Media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan ledakan dahsyat petasan di Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Video tersebut dengan cepat menyebar dan viral di media sosial. Berikut fakta-faktanya.
Viral di Medsos
Video petasan tersebut viral usai diunggah salah satunya diunggah akun Instagram @andreli_48. Dalam unggahan tersebut, memperlihatkan seorang melintas dekat ledakan petasan dengan suara cukup keras dan disusul dengan munculnya kobaran api. Usai petasan meledak sempurna, warga yang ada di sekitar lokasi langsung sorak sorai.
Tak berselang lama, kembali terdengar suara ledakan petasan lainnya. Kemudian ada petasan yang diarahkan ke atas dan terakhir ledakan petasan renteng atau digantung dengan bambu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebuah video memperlihatkan ledakan petasan mercon yang menggelegar di sebuah acara perayaan hari raya Idul Fitri. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, aksi tersebut diselenggarakan di Wilayah kecamatan Tegalrejo, kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026) atau bertepatan dengan H+6 lebaran," tulis dalam keterangan seperti dilihat detikJateng, Sabtu (28/3/2026).
Polisi Turun Tangan
Terkait dengan ramainya video tersebut, Kapolresta Magelang, Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, mengatakan sedang menyelidikinya. Herbin ingin memastikan apakah video tersebut benar terjadi di wilayah Tegalrejo atau bukan. Jika kejadian tersebut benar dan ditemukan, kata Herbin, nantinya akan dilihat terlebih dahulu kronologisnya.
"Yang jelas, apabila itu dikuasai tanpa izin ya tentu tidak diperbolehkan. Seperti itu, tapi nanti kita dalami. Kita masih dalam tahap penyelidikan, nanti kami informasikan perkembangan," Herbin kepada wartawan di Rumah Dinas Bupati Magelang, Sabtu (28/3/2026).
"Kita juga belum tahu, apakah benar terjadi di Tegalrejo dan lain-lain, kita masih dalami," pungkasnya.
Imbau Masyarakat Laporkan Petasan
Herbin juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika mendapati ada warga yang merakit atau menjual bahan petasan. Laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan dilakukan penindakan.
"Jelas, kami mengimbau kepada setiap masyarakat yang mengetahui terkait dengan perakitan, kemudian penguasaan maupun penjualan bahan-bahan peledak tanpa izin segera melaporkan kepada pihak kepolisian," kata
"Karena kita tahu ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi masyarakat dan lingkungan. Sekali lagi, kami mohon waktu sedang kami lakukan penyelidikan. Dan kami mohon bantuan apabila ada informasi bisa diinformasikan kepada pihak kepolisian," sambungnya.
