Lisus Terjang 5 Desa di Cawas Klaten, Puluhan Bangunan Rusak

Lisus Terjang 5 Desa di Cawas Klaten, Puluhan Bangunan Rusak

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Sabtu, 28 Mar 2026 20:38 WIB
Angin puting beliung di Cawas, Klaten sore tadi.
Angin puting beliung di Cawas, Klaten sore tadi. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng.
Klaten -

Hujan disertai angin puting beliung menghantam wilayah Kecamatan Cawas, Klaten tadi sore. Lima desa terdampak dengan puluhan bangunan rusak.

"Data kerusakan yang masuk ke Pusdalops sampai saat ini (19.00 WIB ) berdampak di lima desa. Desa Balak, Cawas, Mlese, Baran dan Tirtomarto," terang Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Klaten, Anjung Darojati Nurzaman kepada detikJateng, Sabtu (28/3/2026) malam.

Dijelaskan Anjung, hujan disertai angin terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Kecamatan Cawas dan sekitarnya. Dari lima desa tersebut ada puluhan bangunan rusak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk data kerusakan sementara ada 30 rumah rusak ringan, satu masjid rusak ringan, satu musala rusak ringan dan satu gereja rusak ringan, lima pohon tumbang. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka," jelas Anjung.

ADVERTISEMENT

Camat Cawas, Joko Purwanto, mengatakan tidak ada laporan korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Penangan langsung dilakukan bersama relawan, BPBD, muspika dan desa.

"Ini langsung ditangani meskipun sebenarnya akan halalbihalal, terutama untuk pohon tumbang. Ada lima desa, kerusakan hanya atap rumah ringan," jelas Joko.

"Ada atap warga yang terbang tapi karena memang lokasinya di tepi sawah. Warga kita imbau tetap waspada, rapikan pohon yang rawan tumbang," imbuh Joko.

Seorang warga, Joko Sarwono, mengatakan hujan deras disertai angin puting beliung. Atap rumahnya terbang ke belakang rumah.

"Atap rumah karena di pinggir sawah tidak mampu menahan angin akhirnya terbang. Ini ke belakang sekitar 25 meter di rumah tetangga," ungkap Joko kepada awak media.

Menurut Joko, atap yang terbang di bangunan ruang keluarga. Keluarga tidak mengungsi karena bisa tinggal tapi saat angin datang sempat mengungsi.

"Ya karena lihat kondisi yang tidak kondusif langsung mengungsi ke tempat tetangga yang lebih aman," jelasnya.

"Rumah tetangga kebanyakan genteng terbang karena pakai genteng tanah. Disini tidak ada korban, disini aman," imbuh Joko.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads