Dapur MBG Miliknya Ditutup Usai Viral Joget Cuan, Hendrik: Netizen Puas

Regional

Dapur MBG Miliknya Ditutup Usai Viral Joget Cuan, Hendrik: Netizen Puas

Whisnu Pradana - detikJateng
Rabu, 25 Mar 2026 17:57 WIB
Aksi joget seorang pria pemilik dapur SPPG viral di media sosial dan membuat netizen geram. Dinarasikan seorang pria yang diketahui bernama Hendrik Irawan tersebut flexing penghasilan Rp 6 juta per hari dari usaha SPPG yang dimilikinya.

Badan Gizi Nasional pun merespons hal tersebut. Wakil Ketua BGN, Nanik S Deyang, menyebut pihaknya telah memberikan teguran keras. BGN juga telah men-suspend dapur miliknya lantaran tidak sesuai ketentuan petunjuk teknis (juknis).
Viral Pemilik SPPG Joget di Dapur MBG. Foto: Media Sosial
Solo -

Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jadi viral setelah berjoget dan pamer cuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, mengaku SPPG miliknya kini ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dilansir detikJabar, pria itu 'dirujak' netizen karena aksi jogetnya sambil pamer keuntungan Rp 6 juta sehari. Video itu diunggah di akun TikTok Hendrik Irawan MBG pada 15 Maret lalu. Video itu sudah ditonton jutaan orang. pemilik akun menonaktifkan kolom komentarnya.

"Pagi ini saya diberhentikan oleh Ibu Nani selaku Wakil Kepala BGN. Kemudian pengawas BGN, Pak Doni Sitorus juga menelepon saya tadi pagi, beliau bilang ' Pak Hendrik, SPPG bapak ditutup ya'. Saya tidak apa-apa, mungkin netizen akhirnya puas," kata Hendrik Irawan dalam unggahan terbarunya seperti dilihat detikJabar, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum diketahui berapa lama SPPG itu ditutup oleh BGN. Hendrik mengaku kaget atas keputusan BGN menutup sementara dapur SPPG-nya.

Meski demikian, ia mengakui ada beberapa hal dalam operasional BGN yang mungkin menjadi penilaian dan faktor penyebab SPPG miliknya ditutup.

ADVERTISEMENT

"Awalnya saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru-hara. Tapi memang ini kesalahan saya, saya tidak mematuhi protokol, seperti saya nge-dance itu di ruangan pengemasan. Saya tidak menyangka akan viral seperti ini," ujar dia.

150 Karyawan Terdampak

Menurut Hendrik, penutupan SPPG itu berdampak pada nasib ratusan relawan yang bertugas dalam operasional dapur SPPG. Mulai dari memasak, pengemasan, distribusi, hingga pencucian ompreng MBG.

"Dengan keputusan BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja. Jadi mungkin inilah dampaknya mungkin saya terlalu frontal, saya sangat prihatin bagaimana nasib relawan saya, 150 relawan yang benar-benar sudah semangat," ucap dia.

Hendrik telah meminta maaf atas ulahnya. Ia juga sudah menjelaskan soal maksud dari keuntungan Rp 6 juta per hari yang didapat.

"Jadi hari ini saya menjelaskan insentif Rp 6 juta yang saya dapatkan itu dari mana. Jangan sampai netizen blunder. Jadi itu insentif bukan diambil dari jatah anak-anak, itu dari insentif yang bapak presiden (Prabowo Subianto) berikan," ujar Hendrik.

Dia menyatakan keluar modal hingga Rp 3,5 miliar untuk membangun SPPG di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

"Kami membangun dapur ini pakai uang sendiri. Saya membangun SPPG ini tidak memakai uang pemerintah. Nah dari pemerintah berkolaborasi dengan mitra, uang itu hanya pengganti selama program berjalan. Bukan cuma-cuma, tapi saya mengeluarkan modal Rp3,5 M untuk ikut program Bapak Prabowo ini," ucap Hendrik.



(dil/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads