Arus lalu lintas di Tol Salatiga hingga Kota Semarang padat. Polisi pun memberlakukan one way untuk mengurai kemacetan.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto menyebut, one way lokal diberlakukan dari KM 460 Tol Salatiga hingga KM 414 Tol Kalikangkung.
"Info, saat ini untuk KM 460 Salatiga sampai KM 414 GT Kalikangkung sedang dilakukan one way lokal untuk mengurai kemacetan yang ada di jalur B," kata Artanto melalui pesan singkat, Selasa (24/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menduga kemacetan itu terjadi akibat banyaknya kendaraan pemudik yang hendak masuk ke rest area KM 456 B Tol Salatiga. One way lokal akan dilakukan secara situasional, hingga arus kembali normal.
"One way sudah diberlakukan pada pukul 17.30 WIB sampai dengan arus normal kembali. Per jam akan dilakukan analisis dan evaluasi (anev) selalu oleh Posko Terpadu Ditlantas," terangnya.
Salah satu pemudik asal Boyolali, Nunik (38), mengaku sempat merasakan macet saat melintas di Tol Salatiga. Ia bahkan mengalami macet hingga berjam-jam.
"Aku tadi habis lewat tol. Dari gerbang tol Salatiga sampai Bawen 2 jam, mau lanjut pulang Semarang lewat Tol Ungaran nggak berani. Macetnya nggilani banget, sampai sesak dada ini," ujarnya.
Akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar Tol Bawen dengan harapan terhindar dari macet di dalam tol. Namun, rupanya kemacetan juga terjadi di luar jalan tol.
"Akhirnya kuputuskan lewat luar. Sampai luar Tol Bawen, ternyata sama saja macetnya dari lampu merah Bawen sampai Ungaran macet juga, baru agak mendingan setelah melewati Pudakpayung," ungkapnya.
"Ini alhamdulillah baru saja sampai rumah. Biasanya kalau aku pulang desa, Semarang-Boyolali sekitar 3 jam. Ini tadi 7 jam," lanjut Nunik.
Pantauan detikJateng pukul 20.45 WIB, kepadatan itu tampak di jalan arteri, salah satunya di Jalan Siliwangi hingga Bundaran Kalibanteng. Antrean kendaraan tampak mengular.
"Sebenarnya nggak begitu macet, lebih ke antrean lampu merah yang sangat panjang. Jadi memang kepadatan lalu lintasnya ada di lampu merah-lampu merah," kata salah satu pengendara, Ilma (28).
Ilma yang tengah melintas dari Kecamatan Ngaliyan menuju Meteseh itu mengaku melihat antrean panjang kendaraan di setiap lampu lalu lintas. Bahkan, ia terkena tiga kali lampu merah di Bundaran Kalibanteng.
"Jadi kalau lampu merah memang antreannya panjang banget. Biasanya nggak sepanjang itu, contohnya tadi waktu di lampu merah Kalibanteng, ada kali saya kena lampu merah 3 kali," katanya.
"Biasanya kalau motor kan bisa nyelip-nyelip, itu agak padat jadi kayak ya sudah ikut berhenti. Terus di dekat RSUP Dr Kariadi aku juga kena lampu merah dua kali karena saking padatnya," tambahnya
Ia menyebut, antrean mobil terlihat sangat panjang hingga motornya pun tak bisa menyalip kendaraan. Arus kendaraan mulai lancar saat dirinya sudah sampai wilayah Kedungmundu dan seterusnya.
"Durasi waktunya biasanya kalau aku Ngaliyan-Rowosari itu 45 menit, tadi yang nggak ngebut-ngebut banget ada 1 jam lebih," ucapnya.
Ia menduga hal itu dikarenakan adanya puncak arus balik, yang mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan dari arah Kota Semarang menuju Jakarta.
"Mungkin macetnya karena arus balik kali ya, dan juga jalan tol yang menerapkan one way, akhirnya mobil-mobil dan kendaraan besar kayak bus gitu masuk kota pada lewat arteri," tuturnya.
(aku/aku)
