Viral Orkes Dangdut Saat Halalbihalal di Demak Ricuh, 2 Bocah Kena Lemparan Batu

Viral Orkes Dangdut Saat Halalbihalal di Demak Ricuh, 2 Bocah Kena Lemparan Batu

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Selasa, 24 Mar 2026 14:59 WIB
Viral Halalbihalal Ricuh di Demak
Viral Halalbihalal Ricuh di Demak. Foto: Tangkapan Layar IG @polresdemak_
Demak -

Viral di media sosial video anak kecil diduga terkena lemparan batu ketika melintasi jembatan saat ada acara dangdut di Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Begini kata polisi.

Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @infopanturademak. Dalam takarirnya, akun itu menyebut peristiwa terjadi pada Senin (23/3/2026).

"Seorang anak kecil diduga terkena lemparan benda tumpul oleh pasukan ojing saat melintasi jembatan di acara Dangdut Romansa. Wilalung. Kec. Gajah Demak (23/03)," tulis akun tersebut dilihat detikJateng pada Selasa (24/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada video yang sudah ditonton lebih dari 91 ribu pengguna itu, terlihat seorang anggota polisi berlari sambil menggendong seorang anak yang kepalanya berdarah. Seorang perempuan tampak ikut berlari di belakangnya.

ADVERTISEMENT

Di belakang mereka, terlihat seseorang berpakaian linmas berboncengan tiga orang dengan sepeda motor berwarna hijau. Penumpang di tengah terlihat memegangi kepalanya sambil dipegangi oleh penumpang perempuan di belakangnya.

Kasat Samapta Polres Demak, AKP Setiyo merupakan anggota polisi yang terekam kamera sedang menggendong seorang anak yang terluka. Ia menuturkan peristiwa itu terjadi saat ada halalbihalal Desa Wilalung.

"Kejadiannya kemarin hari Senin (23/3) di Lapangan Desa Wilalung itu ada giat masyarakat halalbihalal terkait dengan mendatangkan Orkes Romansa," kata Setiyo saat dihubungi detikJateng, Selasa (24/3/2026).

Setiyo menyebut pemuda Desa Wilalung sudah berkomitmen adanya acara halalbihalal dengan mengundang orkes tersebut tidak akan menjadi masalah di lingkungan itu. Namun, sejumlah pemuda dari wilayah lain justru datang dan melakukan penyerangan.

"Pemuda Wilalung itu sudah komitmen untuk tidak melakukan hal-hal yang menjadikan suatu permasalahan sekitar lingkungan. Akan tetapi desa sebelah, desa Undaan, Kudus bersama pemuda Pati gabungan Jepara dan pemuda sekitar wilayah Desa Wilalung itu tiba-tiba menyerang dari arah sisi kanan panggung," jelas Setiyo.

Setiyo mengungkapkan pemuda dari wilayah lain itu kemudian dikeluarkan dari lingkungan acara tersebut. Namun saat musik diputar, mereka justru menantang pemuda Wilalung.

"Musik berlangsung dia malah membuat masalah dalam arti menantang nampang siapa yang berani ayo ke sini. Setelah itu yang pemuda Wilalung atau Gajah itu kami dorong masuk ke dalam," ujar Setiyo.

Setiyo menjelaskan pemuda dari luar wilayah itu kemudian didorong menjauh oleh petugas. Namun, mereka malah melempari batu ke arah petugas.

"Mereka sudah kami dorong ke jembatan, sudah melewati Desa Wilalung, Gajah. Ternyata mereka mencari batu untuk melempari petugas yang menghalau," ungkap Setiyo.

Nahas, lemparan itu justru mengenai dua orang anak yang berada di sekitar lokasi. Setiyo mengatakan petugas langsung membawa mereka ke puskesmas untuk diobati.

"Korbannya adalah anak-anak. Korbannya ada dua yang kami bawa ke Puskesmas Tambirejo, Wilalung unfuk penanganan medis. Setelah itu kami obati, kami biayai. Warga tersebut korbannya adalah orang Undaan, Kudus sendiri," kata Setiyo.

Setiyo menjelaskan peristiwa ini ditangani oleh Polsek Undaan, Kabupaten Kudus.

"Para pelaku sementara yang menangani Polsek Undaan Kudus," pungkasnya.



(par/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads