Wow! Ternyata Segini Harga Bangkai Pesawat di Gudang Sukoharjo

Wow! Ternyata Segini Harga Bangkai Pesawat di Gudang Sukoharjo

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 21 Mar 2026 14:59 WIB
Lahan seluas 4.000 meter persegi di Sukoharjo jadi tempat bisnis bangkai pesawat. Meski sudah tak layak jalan ternyata harganya masih tinggi.
Nampak pesawat yang tak lagi terpakai terparkir di gudang rongsok Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Sukoharjo -

Lahan seluas 4.000 meter persegi di Dusun Dukuh, RT 01/V, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, jadi tempat bisnis bangkai pesawat. Meski sudah tak layak jalan, bangkai pesawat itu ternyata harganya masih mencapai miliaran. Begini cara belinya.

Bangkai pesawat-pesawat itu dipasarkan salah satunya di akun Tiktok @gudeal22. Pesawat yang dijual berbagai jenis, seperti Cessna 150, CASA C-212, Fokker-100, hingga Boing 737-200. Setiap postingannya disaksikan oleh ribuan viewers di Tiktok.

Mahdianto alias Gudel (45) mengatakan, dia merupakan marketing rongsok pesawat yang lokasinya di Dusun Dukuh, RT: 01/V, Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Bagi masyarakat yang tertarik untuk membeli, bisa melihat langsung barangnya di gudang, atau menghubunginya di nomor 0895334828000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga berdasarkan jenis pesawatnya, kita memberikan harga berdasarkan ukuran dan estetika. Yang Cessna dan Foxer itu sekitar Rp 2 milar, sudah terima jadi dan bagus. Kalau yang Boeing Rp 2 miliar lebih, karena lebih besar dan pemasangan lebih lama," kata Gudel kepada detikJateng, Kamis (5/3/2026).

Gudang rongsok pesawat di Gupit itu sudah ada sejak 2020 lalu. Selama 5 tahun beroperasi, satu body pesawat utuh yang terjual untuk kebutuhan restoran di Majalengka, Jawa Barat seharga sekitar Rp 3 miliar.

ADVERTISEMENT

Saat pengiriman, body pesawat sudah dibelah menjadi 2-3 bagian tergantung ukuran. Bagian pesawat itu kemudian diangkut menggunakan truk ke tempat tujuan.

Diakuinya, peminat body pesawat itu adalah bisnis yang sasaran konsumennya sangat terbatas. Harga body pesawat itu bisa lebih murah lagi apabila tidak termasuk biaya pengiriman dan pemasangan.

"Kalau full body plus kursi Rp 2-3 miliar. Itu sudah bersih dari penyambungan, perbaikan sudah include. Kalau mau ambil sendiri silahkan dengan harga yang lebih murah, karena operasionalnya yang mahal," jelasnya.

Begi pembeli yang membeli body pesawat dengan merakit sendiri, Gudel mengatakan setidaknya membutuhkan tiga truk kontainer untuk membawa body pesawat itu ke tempat tujuan. Selain itu, pembeli juga harus menyiapkan tenaga ahli sendiri untuk proses perakitan di lokasi tujuan.

"Paling tidak diperlukan tiga truk untuk membawa, dan crane untuk mengangkatnya. Pengirimannya tetap lewat jalur darat, tidak mungkin lewat jalur udara karena pesawat disini sudah tidak layak terbang," ucapnya.

Selain body pesawat, Gudel juga menjual part-part dari pesawat itu sendiri, seperti mesin, kursi, roda, kabel, dan sebagainya. Membawa part pretelan itu jauh lebih sederhana, karena ukurannya tidak sebesar body pesawat.

"Target kita untuk edukasi di sekolah penerbangan, resto konsep pesawat, hingga pajangan di rumah mewah bagi kolektor," pungkasnya.




(afn/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads