Polisi mengungkap fakta baru atas bubuk petasan yang diduga meledak di rumah warga di Semarang hingga menewaskan seorang anak. Polisi menyebut, bubuk tersebut dibeli oleh cucu pemilik rumah melalui toko daring.
"Dari keterangan pemilik rumah ada salah satu anak inisial T yang membeli bahan peledak tersebut dari toko online, TikTok Shop," ungkap Kapolrestabes Semarang, Brigjen M. Syahduddi, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (20/3/2026).
Saat ditanya apakah T merupakan cucu dari pemilik rumah, Rondiyah, Syahduddi membenarkannya. Kini pihaknya tengah mendalami jaringan penjualan bubuk petasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedang kita dalami jaringannya, termasuk pengedarnya, pemasoknya, dan itu sedang sedang dilakukan proses penyelidikan oleh Satreskrim Polrestabes Semarang,"
"Yang bersangkutan tinggal bersama neneknya. (Apakah anak T merupakan cucu pemilik rumah) Iya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, ledakan diduga bubuk petasan terjadi di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Ketua RW 9 Tambakrejo, Ahmad Rifa'i, ledakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.
"Saya pulangnya jam 1, ada laporan rumahnya Ibu Rondiyah itu meledak. Terus saya ke sini," ungkap Rifa'i kepada awak media saat dijumpai di lokasi kejadian.
Saat dia sampai di lokasi, warga telah masuk ke rumah milik Rondiyah. Dia melihat seisi rumah telah hancur akibat ledakan.
"Ternyata di dalam itu sudah pada hancur semua," terangnya.
Dari informasi yang diterimanya, Rifa'i menerangkan, rumah milik Rondiyah hancur akibat ledakan petasan. Dia mengatakan, petasan tersebut dibeli secara daring.
"Petasan itu beli secara online. Bilangnya itu 5 ons ditaruh di toples di bawah magicom, meledak, (suara) kencang," terangnya.
Akibat ledakan tersebut, seorang bocah bernama Gilang (9) meninggal dunia. Adapun penghuni lainnya, termasuk Rondiyah selamat.
"Di samping itu, sekitar jam 02.00 ada satu anak yang belum diketahui makanya dicari, kebetulan warga menemukan. Satu anak yang belum ditemukan itu dalam keadaan meninggal dunia. Usianya 9 tahun, kelas 3. Diduga (meninggal) kena ledakan dari, menurut informasi, petasan," tuturnya.
"Yang luka-luka tidak ada, cuma korban meninggal namanya Gilang Satria Perkasa. Waktu ditemukan posisi di bawah meja makan. Yang lain keluar," lanjutnya.
(alg/alg)
