Ledakan dahsyat diduga dari bubuk petasan menewaskan seorang bocah dan rumah rumah milik Rondiyah (50) warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, dini hari tadi. Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Dalam rilis yang diterima detikJateng dari Polda Jateng, dijelaskan korban yang mengalami luka-luka ialah Rela (25) dan Rondiyah (50). Kapolrestabes Semarang, Brigjen M. Syahduddi, menerangkan kedua korban mengalami luka ringan berupa lecet di bagian tangan dan badan.
"Lukanya hanya luka ringan, lecet-lecet saja, tangan ada, kemudian di bagian badan," jelas Syahduddi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (20/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syahduddi menerangkan, kedua korban luka tersebut sempat dibawa ke RSUP dr. Kariadi, Kecamatan Semarang Selatan. Kini, kedua korban luka tersebut telah kembali.
"(Kedua korban) Sudah kembali. (Sempat dirawat di) Kariadi," terangnya.
Adapun barang bukti yang telah diamankan dari lokasi kejadian yakni berupa sisa ledakan hingga petasan.
"Selain sisa mercon yang ada di TKP, juga ada beberapa kembang api yang digunakan pemilik rumah," sebut Syahduddi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan korban luka dan meninggalkan merupakan satu keluarga.
"Itu satu keluarga semua. Yang meninggal satu orang, yang sisanya lecet," ungkap Andika saat dihubungi detikJateng, Jumat (20/3/2026).
"Ini masih kita dalami dulu. Kita masih periksa saksi-saksi. Tunggu dulu saja," imbuhnya.
Kesaksian Warga
Ketua RW 9 Tambakrejo, Ahmad Rifa'i mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.
"Saya pulangnya jam 1, ada laporan rumahnya Ibu Rondiyah itu meledak. Terus saya ke sini," ungkap Rifa'i kepada awak media saat dijumpai di lokasi kejadian.
Saat dia sampai di lokasi, warga telah masuk ke rumah milik Rondiyah. Dia melihat seisi rumah telah hancur akibat ledakan.
"Ternyata di dalam itu sudah pada hancur semua," terangnya.
Dari informasi yang diterimanya, Rifa'i menerangkan, rumah milik Rondiyah hancur akibat ledakan petasan. Dia mengatakan, petasan tersebut dibeli secara daring.
"Petasan itu beli secara online. Bilangnya itu 5 ons ditaruh di toples di bawah magicom, meledak, (suara) kencang," terangnya.
Akibat ledakam tersebut, seorang bocah bernama Gilang (9) meninggal dunia. Adapun penghuni lainnya, termasuk Rondiyah selamat.
"Di samping itu, sekitar jam 02.00 ada satu anak yang belum diketahui makanya dicari, kebetulan warga menemukan. Satu anak yang belum ditemukan itu dalam keadaan meninggal dunia. Usianya 9 tahun, kelas 3. Diduga (meninggal) kena ledakan dari, menurut informasi, petasan," tuturnya.
"Yang luka-luka tidak ada, cuma korban meninggal namanya Gilang Satria Perkasa. Waktu ditemukan posisi di bawah meja makan. Yang lain keluar," lanjutnya.
Seorang warga sekitar yang menyadari adanya ledakan tersebut, Uul (48), mengatakan dirinya terbangun saat merasakan efek ledakan di rumah milik tetangganya, Rondiyah (50).
"Kayak bom. Aku sampai mumbul (terbang) pas tidur," kata Uul saat ditemui di rumahnya, Jumat (20/3/2026).
Usai mengetahui adanya ledakan, Uul lantas keluar dan menuju ke rumah milik Rondiyah. Dia pun menyuruh warga lainnya untuk mendobrak pintu rumah Rondiyah.
"Langsung toh (keluar rumah usai mendengar ledakan). Pas 'bongkar, jebol lawange (jebol pintunya)," ucap Uul menirukan saat kejadian.
Selanjutnya, Uul mengevakuasi penghuni rumah tersebut. Ambulans dan kepolisian, lanjutnya, datang setelah jam usai kejadian.
"Langsung evakuasi Alma, Rela, terus Bu Rondiyah, Reni. Gilang nggak boleh dipegang toh karena kondisi (meninggal)," katanya.
Uul mengatakan, Rondiyah bergeming setelah insiden tersebut. Dia menerangkan, Rondiyah tak mampu mengucap satu katapun.
"(Kondisi Rondiyah usai kejadian) Blank," ucapnya.
(alg/alg)
