Rekayasa arus lalu lintas one way lokal dari Tol Kalikangkung, Kota Semarang hingga Tol Salatiga dicabut malam ini. Pertimbangannya adalah jumlah kendaraan yang masuk di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung menurun.
Pantauan detikJateng di GT Kalikangkung, pukul 20.00 WIB puluhan petugas tampak mulai menutup jalur B yang semula digunakan untuk one way ke arah Semarang-Solo. Sterilisasi ini dilakukan dengan memasang traffic cone.
Arus lalu lintas di GT Kalikangkung terpantau relatif sepi malam ini, tidak ada penumpukan kendaraan. Sebanyak 11 gardu utama tol dan sembilan gardu satelit masih difungsikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pospam GT Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono mengatakan pencabutan one way lokal ini dilakukan dari GT Kalikangkung Km 414 hingga Tol Salatiga Km 459.
"Pukul 21.35 WIB one way lokal dari Gerbang Tol Kalikangkung Km 414 sampai dengan Km 459 Simpang Susun Salatiga sudah dinormalkan lagi," kata Dimas kepada detikJateng di GT Kalikangkung, Kamis (19/3/2026) malam.
Dengan pencabutan one way lokal ini, Dimas menuturkan kendaraan dari arah Solo bisa kembali melewati jalan tol hingga exit tol Krapyak.
"Jadi arus yang dari arah Solo menuju ke arah Semarang sudah dapat melintasi di jalan tol sampai dengan Exit Tol Krapyak," ujar Dimas.
Dimas menjelaskan pencabutan one way ini mempertimbangkan faktor jumlah kendaraan yang masuk ke GT Kalikangkung mengalami penurunan.
"Kalau kita melihat arus yang dari jam 18.00 WIB sudah di bawah 3 ribu (kendaraan), cenderung di rata-rata 2 ribu (kendaraan). Arus sudah mengalami penurunan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, rekayasa arus lalu lintas one way mulai diberlakukan dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang hingga Tol Salatiga pada Rabu (18/3/2026) sore. Tingginya jumlah kendaraan pemudik yang masuk GT Kalikangkung menjadi pertimbangan utama.
"One way diperpanjang, one way lokal dari Kalikangkung KM 414 diperpanjang sampai dengan Simpang Susun Salatiga KM 459," kata Dimas di GT Kalikangkung, Rabu (18/3/2026) sore.
"Karena arus per jam saat ini terakhir mencapai 4.200 (kendaraan) per jam dan rata-rata per jam adalah 3 ribu (kendaraan) ke atas, sehingga ini jadi indikator untuk pelaksanaan one way," sambungnya.
(alg/alg)











































