Korban kecelakaan maut di tol KM 290, masuk wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bertambah satu. Sehingga total korban berjumlah lima orang yang merupakan satu keluarga pemudik.
Kepada detikJateng, Humas RS Siaga Medika, Indra Setiawan membenarkan satu korban kecelakaan tol bertambah. Korban yaitu seorang balita bernama Murel Arshaka Sachidyang yang menghembuskan nafas terakhir di RS Siaga Medika, pada pukul 16.35 WIB.
"Korban balita yang berusia 3 tahun dalam kondisi kritis, akhirnya dinyatakan meninggal oleh dokter, tadi sore sekitar pukul 16 35," kata Indra, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah langsung dibawa ke kamar mayat sebelum dipulangkan ke Petarukan, menyusul empat jenazah sebelumnya.
"Dari pihak RS langsung memberikan perawatan jenazah korban kemudian dibawa ke keluarganya di Desa Peron Petarukan, untuk dimakamkan," kata Indra.
"Korban satu keluarga, jumlah total yang meninggal lima, satu mobil," tambah Indra.
Sebelumnya, empat jenazah telah diberangkatkan dari Rumah Sakit Siaga Medika ke Dusun Peron, Kelurahan Petarukan, Pemalang.
Untuk diketahui, kecelakaan maut terjadi di ruas tol wilayah Tegal di di KM 290 jalur B saat one way diberlakukan, Kamis (19/3) pagi, 05.33 WIB. Sebuah mobil Toyota Calya bernopol B 2399 FFR menabrak bagian belakang Bus Agra Mas bernopol T 7622 DA yang tengah berhenti di lajur darurat.
Kendaraan Calya yang dikemudikan Gunawan (42) warga Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Bekasi itu membawa satu keluarga dengan tujuan mudik ke Petarukan Pemalang. Namun nahas, sesampainya di lokasi, mobil tidak terkendali menabrak belakang bus Agra Mas yang tengah terhenti di bahu jalan.
Kasatlantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, pada wartawan, menjelaskan Toyota Calya melaju dari arah barat ke arah timur di KM 290 jalur B (one way), diduga pengemudi mengantuk kemudian oleng ke kanan menabrak bagian belakang dari Bus Agra Mas yang pada saat itu sedang berhenti dibahu jalan dan sudah menyalakan lampu darurat sebagai tanda.
"Terjadi kecelakaan antara bus Agra dengan Toyota Calya di jalur B atau jalur one way. Untuk korban, dua orang meninggal di tempat, kemudian (tiga) korban lain dibawa ke rumah sakit di Pemalang," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian, bus Agra berhenti di lajur darurat untuk mengecek kondisi ban. Saat itu, lampu hazard bus sudah dinyalakan sebagai tanda peringatan.
Berdasarkan rekaman CCTV, mobil Toyota Calya yang melaju dari arah Bekasi menuju Pemalang tiba-tiba oleng ke kanan hingga masuk ke lajur darurat.
"Dari rekaman CCTV, kendaraan Calya terlihat oleng ke arah kanan menuju lajur darurat, kemudian menabrak bagian belakang bus. Tidak terlihat adanya pengereman atau upaya mengurangi kecepatan," ungkapnya.
Para korban meninggal dunia dalam peristiwa itu merupakan satu keluarga, yaitu:
1. Gunawan (42), pengemudi Toyota Calya B 2399 FFR.
2. Devi Agustina (33)
3. Narendra Dewan Gaozan (9)
4. Nafisah Maisaroh (11)
5. Nurel Arshaka Sachid (3)
(alg/alg)
