Pemantauan hilal penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah dilakukan di Planetarium & Observatorium Zubair Umar Al-Jailani Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sore ini. Hasilnya, hilal tidak terlihat.
Pantauan detikJateng, dua unit teleskop telah disediakan di lantai empat. Para tamu undangan dan petugas rukyat bergantian memantau lewat teleskop.
Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Ahmad Syifaul Anam mengatakan rukyat belum terlihat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil rukyat di Observatorium UIN Walisongo Semarang kita pastikan tidak ada yang melihat," kata Ahmad usai pemantauan, Kamis (19/3/2026).
Menurut Ahmad, hilal tidak terlihat dikarenakan cuaca mendung dan posisi hilal yang rendah.
"Karena memang situasinya mendung dan memang secara astronomis hilal masih sangat rendah dan masih sangat tipis," ujar Ahmad.
Setelah ini, Ahmad menjelaskan hasil pemantauan rukyat bakal dilaporkan ke Kementerian Agama RI.
"Dilaporkan kepada Kementerian Agama bahwa di Semarang tidak berhasil melihat hilal," ujarnya.
Dia kembali menegaskan pihaknya hanya memantau, namun jika melihat hilal yang tidak terlihat maka ada kemungkinan Idulfitri 1447 Hijriyah jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Namun hasil pastinya tetap menunggu sidang isbat.
"Kita di sini sifatnya pemantauan dan melaporkan. Tapi sepertinya di daerah pemantauan yang lain juga kemungkinan besar hilal tidak terlihat. Sehingga kemungkinan Lebaran akan jatuh pada hari Sabtu, tapi tetap nanti kita menunggu hasil sidang isbat secara nasional," tegasnya.
Meski demikian untuk diketahui, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan Idulfitritahun ini jatuh pada hari Jumat (20/3) besok. Hal itu sesuai dengan maklumat yang dikeluarkan berdasarkan metode yang diterapkan.
