Peluang terlihatnya hilal 1 Syawal 1447 Hijriyah dalam pemantauan rukyatul hilal di Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Kota Semarang, diperkirakan kecil sore ini.
Tenaga Teknisi Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Ihsan Mahendra mengatakan berdasarkan hasil perhitungan astronomi, posisi hilal saat ini masih berada di bawah kriteria visibilitas yang ditetapkan.
Menurut Ihsan, ketinggian hilal saat ini tercatat sekitar 1 derajat 12 menit 11 detik, atau masih di bawah ketentuan minimal 3 derajat dengan elongasi 6 derajat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk saat ini ketinggian hilalnya masih sekitar 1 derajat lebih, jadi ada kemungkinan besar hilal tidak terlihat," kata Ihsan pada awak media di lokasi, Kamis (19/3/2026).
Selain ketinggian, Ihsan mengungkapkan kondisi cuaca hingga posisi hilal yang terlalu rendah juga menjadi kendala dalam pemantauan.
"Ada beberapa faktor, pertama cuaca yang mulai mendung, kedua ufuk tertutup bukit, dan yang ketiga posisi hilal yang terlalu rendah," ujar Ihsan.
Hingga pukul 18.00 WIB langit di wilayah Semarang terlihat tertutup awan yang berpotensi mengganggu proses pengamatan. Bagian ufuk barat di lokasi observatorium juga sempat tertutup oleh perbukitan, sehingga mempersempit sudut pandang pengamatan.
Menurut Ihsan, jika ketinggian hilal berada di atas 3 derajat, peluang hilal untuk terlihat akan semakin besar. Namun dengan kondisi saat ini, kemungkinan hilal teramati sangat kecil.
(alg/alg)











































