Bid Propam Polda Jawa Tengah (Jateng) mendalami kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa (Kades) Purwasaba Banjarnegara, Hoho Alkaf. Polisi menyatakan tengah memastikan apakah benar terjadi pengeroyokan.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto. Ia mengatakan, Polres Banjarnegara masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi sebenarnya dari peristiwa yang terjadi Rabu (11/3) lalu itu.
"Polres Banjarnegara sedang menyelidiki kasus tersebut. Berita yang beredar di media sosial itu kan belum tentu terverifikasi dengan baik," kata Artanto saat dihubungi detikJateng, Senin (16/3/2025).
"Berita yang disampaikan di media sosial kan tentang dikeroyok dan sebagainya, itu jadi perlu didalami apakah benar terjadi pengeroyokan atau bagaimana kronologinya," lanjutnya.
Menurut Artanto, jajaran Polres Banjarnegara masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan fakta yang terjadi di lapangan. Propam Polda Jateng pun mendalami kasus tersebut, usai informasi itu viral di media sosial.
"Propam juga sedang melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Informasinya di media sosial kan baru sepihak, faktanya belum tahu masih dilakukan penyelidikan," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto membenarkan Kapolsek Mandiraja dilaporkan ke Propam Polda Jateng akibat kasus yang melibatkan Kades Hoho beberapa waktu lau. Pihaknya pun menyerahkan kasus itu kepada Propam Polda Jateng.
"Kami juga menerima informasi itu (Kapolsek dilaporkan ke Propam) dan akan menyerahkan ke Propam Polda Jateng untuk mendalami. Intinya Kapolsek bertindak di lapangan sesuai situasi dan atas permintaan panitia," ujarnya.
Ia pun menjelaskan, peristiwa bermula dari audiensi terkait penjaringan perangkat desa di Desa Purwasaba. Polisi saat itu telah melakukan pengamanan, dipimpin Kapolsek Mandiraja.
"Audiensi tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga terjadi ketegangan, situasi memanas. Atas permintaan panitia, semuanya dibubarkan, dikeluarkan dari aula balai desa," terangnya.
Ia menegaskan, pihak kepolisian melakukan pengamanan terhadap Kades Hoho sejak keluar dari balai desa, hingga tiba di rumahnya. Ia menyebut hanya ada teriakan, tetapi tak ada tindakan kekerasan.
"Tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya konfirmasi ke Kapolsek yang mengawal ketat, saat menuju mobil memang kacamatanya dan papan namanya jatuh, tapi sudah diambilkan. Nggak ada pengeroyokan, semua kondusif," tuturnya.
(apu/afn)