Helikopter Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Helikopter Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Jumat, 04 Sep 2026 11:12 WIB
Helikopter polisi melakukan pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (4/9/2026).
Helikopter polisi melakukan pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (4/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, telah memasuki hari ketiga. Saat ini satu unit helikopter polisi dikerahkan untuk membantu proses pemadaman menggunakan teknik water bombing.

Pantauan detikJateng di lokasi, Jumat (4/9), helikopter tersebut mulai lalu lalang di atas titik api sejak sekitar pukul 10.00 WIB.

Dengan membawa ribuan liter air, helikopter tersebut berkali-kali menembus kepulan asap di atas gunung sampah TPA Putri Cempo. Ribuan liter air itu kemudian disiramkan ke titik api. Fokus pemadamannya pada area gunungan sampah di sisi timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama proses pemadaman dengan teknik water bombing itu, banyak warga yang menyaksikan dari Kampung Randu Sari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo yang berada di sisi timur TPA Putri Cempo.

Salah seorang warga setempat, Lukiyem mengatakan pada kebakaran TPU Putri Cempo tahun 2023 juga dilakukan water bombing.

ADVERTISEMENT

"Waktu kebakaran dulu (2023) pas Wali Kotanya masih mas Gibran, pernah dilakukan water bombing. Ini sudah kedua kalinya proses pemadaman dengan water bombing," kata Lukiyem.

Kebakaran sampah di TPA Putri Cempo Solo pada hari ketiga, Jumat (4/9/2026).Kebakaran sampah di TPA Putri Cempo Solo pada hari ketiga, Jumat (4/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Dia mengatakan, warga di sekitar lokasi TPA Putri Cempo merasakan dampak akibat kebakaran ini. Terlebih jika arah angin mengarah ke pemukiman mereka.

"Paling parah kemarin siang. Asapnya pekat, ndilalah anginnya mengarah ke sini. Ini sudah mendingan. Tidak (sampai mengungsi)," ucapnya.

Dia berharap tim gabungan bisa segera memadamkan api, sehingga dampak kebakaran gunung sampah ini tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo, Indradi, mengatakan proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan, dengan fokus di zona C dan D. Dia menyebut hingga saat ini sudah ada perkembangan penanganan pemadaman sebesar 40 persen.

"Ada tantangannya, dari karakteristik sampahnya, faktor cuaca, dan arah angin yang kita lihat sering berubah. Tim terus bekerja keras untuk menuntaskan titik api yang tersisa," kata Indradi saat konferensi pers di TPA Putri Cempo, Jumat (4/9/2026).

Sejauh ini, sebanyak 151 personel dan 15 unit mobil Damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Pemadaman melibatkan petugas Damkar dari Solo Raya, ditambah bantuan dari luar Solo Raya.

"Kalau proses water bombing, aktivitas (pemadaman) yang di darat berhenti dulu. (Yang mengarahkan water bombing ke titik api?) Nanti dari Polri ada timnya sendiri," ucapnya.

Indradi menjelaskan, pemadaman dengan teknik water bombing ini akan membantu menjangkau titik api yang tidak mampu dijangkau tim darat.

"Dari tim darat terkendala akses di sisi timur yang terbatas. Kemarin ada faktor cuaca yang panas dan arah angin yang berubah. Kita memadamkan di satu titik, tapi angin membawa lompatan api, sehingga ke titik lain. Kita fokus pada area C dan D," terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Solo Ari Dwi Daryatmo menjelaskan, water bombing akan difokuskan pada titik api di sisi timur TPA Putri Cempo.

Dari pantauan udara dengan drone, Ari menjelaskan bahwa di sebelah barat sudah tidak muncul titik api. Titik api masih muncul di sisi timur dan menimbulkan kepulan asap.

"Tadi malam kita sudah berkoordinasi dengan Kapolresta Solo, difasilitasi Polda DIY. Rencana hari ini fokus pemadaman water bombing di sisi timur yang tidak mampu dijangkau armada dari Damkar. Selama proses penanganan water bombing ini, teman-teman yang dibawa harus berhenti proses pemadaman," kata Ari.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads