Buka Bersama Tokoh Lintas Agama, Kapolri Singgung Perang Timur Tengah

Buka Bersama Tokoh Lintas Agama, Kapolri Singgung Perang Timur Tengah

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 20:01 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (16/3/2026).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (16/3/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbuka puasa bersama tokoh lintas agama dan berbagai unsur masyarakat di Mapolda Jawa Tengah (Jateng), Senin (16/3/2026). Ia menyinggung terkait situasi global terkini termasuk kondisi perang Timur Tengah.

"Kegiatan buka puasa bersama dengan mengundang berbagai tokoh tokoh lintas agama kemudian teman-teman teman dari akademisi, dari organisasi kepemudaan, dari elemen mahasiswa, juga ada dari teman-teman buruh dan komunitas ojek," kata Jenderal Sigit kepada awak media, Senin (16/3/2026).

Kapolri menyebut kegiatan buka bersama ini merupakan sarana menyambung tali silaturahmi. Jenderal Sigit juga memaparkan tentang situasi global yang sedang dihadapi bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kegiatan buka puasa bersama ini di samping upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi yang selama ini telah terbangun. Tentunya juga kita selalu menyampaikan dan mengingatkan terkait dengan situasi global yang saat ini sedang kita hadapi yang tentunya ini berimplikasi terhadap kondisi di dalam negeri," ujar Kapolri.

ADVERTISEMENT

Dia menyoroti peristiwa peperangan yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak. Menurut Kapolri, peristiwa itu menjadi perhatian khusus pemerintah.

"Khususnya peristiwa yang terjadi di wilayah Teluk yang berdampak kepada harga-harga minyak tentunya. Dan ini tentunya menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah dan juga bagi kita semua untuk menghadapi dampak dari eskalasi tersebut," tutur Jenderal Sigit.

Kapolri menegaskan pemerintah juga berupaya keras mewujudkan perdamaian bersamaan dengan melakukan langkah bilateral untuk menjaga kecukupan minyak dalam negeri.

"Namun demikian tentunya pemerintah berusaha bekerja keras agar di satu sisi perdamaian bisa segera terwujud, di sisi lain juga kita menghadapi dampak krisis yang ada dengan melakukan langkah-langkah bilateral, langkah-langkah langkah koordinasi dengan negara-negara yang ada supaya kecukupan minyak kita tetap terus terjaga," jelas Jenderal Sigit.

Kapolri menegaskan stok minyak hingga pangan di dalam negeri masih cukup hingga beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, Sigit juga mengimbau masyarakat agar tidak panik.

"Alhamdulillah tentunya sampai dengan beberapa bulan ke depan minyak kita akan terus dalam kondisi berkecukupan, demikian juga stok yang terkait dengan masalah pangan kita juga cukup," kata Kapolri.

"Masyarakat tidak usah terlalu panik sehingga malah justru nanti kemudian terjadi panik buying dan itu tentunya akan berdampak kepada kondisi stok yang sebenarnya dalam kondisi semuanya ada," imbuhnya.

Kapolri berharap masyarakat dapat bersatu untuk menghadapi situasi yang ada saat ini. Sigit juga memaparkan bahwa Presiden RI, Prabowo Suianto saat ini sedang mendorong ketahanan dalam berbagai bidang.

"Jadi harapan kita sama-sama bersatu, sama-sama menjaga agar di dalam kondisi apapun kita bisa menghadapi semuanya dan Bapak Presiden tentunya terus mendorong agar ke depan ee kita memiliki ketahanan di bidang pangan, ketahanan di bidang energi," ujar Sigit.

"Di satu sisi juga beliau terus mendorong agar kualitas SDM kita siap untuk mengelola sumber daya alam yang kita miliki, kekayaan alam yang kita miliki, sehingga kita bisa mandiri menghadapi tantangan-tantangan yang ada dan kita bisa menjalankan apa yang menjadi cita-cita kita semua mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads