Perumahan Dinar Indah RW 26 Kelurahan Mateseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang kembali diterjang banjir akibat tanggul jebol, malam ini. Warga pun menyebut banjir akibat tanggul jebol itu berulang kali terjadi.
Pantauan detikJateng di lokasi pukul 21.00, tampak jalan di RW 26 berlumpur. Tampak suasana perumahan masih sepi penduduk dengan kondisi listrik mati.
Di sekitar lokasi, tanggul berupa tumpukan sak mulai ditata oleh BPBD Kota Semarang hingga Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga tampak berkumpul di Masjid Ar Rohman, Kelurahan Mateseh. Sebagian tampak mengenakan jas hujan.
Ketua RW 26 Mateseh, Sigit, menerangkan tanggul sungai jebol sekitar pukul 17.30 WIB atau sekitar waktu buka puasa.
"Kejadiannya sekitar Magrib. Yang terdampak dua RT, RT 6 dan RT 8," kata Sigit saat ditemui detikJateng di lokasi, Sabtu (14/3/2026) malam.
Dia menyebut, ada 32 KK yang terdampak banjir. Adapun jumlah warga paling banyak terdampak yakni di RT 6. Dia menyebut banjir di wilayahnya terjadi berulang kali.
"(Banjirnya terjadi berulang kali?) Sudah, di sini sudah berulang kali. Yang terakhir tiga minggu yang lalu," terangnya
"(Tanggul jebol) Mulai sekitar 2017. Yang rutin per dua tahun," lanjut Sigit.
Sigit mengungkapkan, banjir berulang terjadi lantaran tanggul jebol. Banjir tiga pekan lalu lebih parah dibanding malam ini.
"Kasusnya sama, tanggul jebol. Lebih parah yang kemarin itu," jelasnya.
Menurutnya, butuh adanya tanggul permanen yang lebih kuat. "(Yang dibutuhkan tanggul permanen?) Ya, tanggul permanen yang lebih kuat," ungkapnya.
Sementara itu, warga terdampak banjir, Benowo, menerangkan alarm berbunyi sebelum banjir masuk rumahnya.
"Tadi sebelum Magrib sekitar jam 5.30 (sore) itu kita kan ada alarm ya. Ketika ada ketinggian sungai tinggi mau posisi mau banjir pasti alarm bunyi," kata Benowo.
Benowo menyebut banjir di kawasannya setinggi 1,5 meter, lebih rendah dari tiga pekan lalu yang mencapai hingga 2 meter.
"Kurang lebih (tinggi banjir) 1,5 meter. Di dalam rumah 1,5 meter," sebutnya.
Akibat banjir, sejumlah barang elektronik milik Benowo pun terdampak. Dia hanya sempat menyelamatkan beberapa barang penting.
"Ada, banyak (barang terdampak banjir). Otomatis kaya kulkas, terus mesin cuci, ada juga TV," jelasnya.
Karena banjir tersebut, Benowo menerangkan, warga pun mengungsi sementara di Masjid Ar Rohman.
"Jadi rata-rata pada mengungsi, terutama ibu-ibu dan anak-anak," katanya.
(apu/apu)











































