Potongan video peristiwa pascakecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Hasyim Azhari, Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, viral di media sosial. Video tersebut diunggah pada Senin (9/3) siang oleh akun Instagram @purwokerto24jam_ yang berkolaborasi dengan @republikwangon.
Video yang berdurasi 20 detik tersebut menggambarkan suasana usai kecelakaan dua sepeda motor. Pada video itu, ditulis terdapat korban jiwa dan satu korban luka. Dalam narasi disebutkan kecelakaan dipicu pengendara yang menghindari petasan.
"Gara-Gara Menghindari Petasan Yang di Lempar Ke Jalan, Tragedi Tabrakan Maut di Kembaran Tak Bisa DiHindarkan, Satu Meningg41 Satu Kritis," tulis keterangan pada unggahan akun tersebut seperti dikutip detikJateng, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dimintai konfirmasi, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.15 WIB di jembatan Kali Duwana yang berada di perbatasan Desa Pliken dan Desa Kembaran.
"Laporan kejadian diterima Pos Lantas Kemranjen sekitar pukul 06.25 WIB. Lokasi kecelakaan tepatnya di jembatan Kali Duwana, Jalan Hasyim Azhari, wilayah Desa Pliken," kata Metri kepada detikJateng.
Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Revo bernomor polisi R-4453-EL dengan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi R-3365-XH.
Metri menjelaskan, pengendara Honda Revo berinisial SW (67), seorang pedagang asal Kecamatan Kembaran, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, pengendara Honda Beat berinisial KR (55), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Kembaran, mengalami sejumlah luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.
"Pengendara Honda Beat mengalami luka sobek terbuka di kaki kiri sekitar 25 cm, luka sobek di paha kiri sekitar 6 cm, hidung berdarah, serta tangan kiri diduga mengalami fraktur. Korban juga mengalami bengkak pada kelopak mata kiri dan saat ini dirawat di RSUD Margono," jelasnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Revo melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang. Saat tiba di lokasi kejadian, motor tersebut diduga sedikit oleng ke kanan.
"Pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Beat. Karena jarak sudah dekat dan kedua pengendara tidak dapat menghindar, akhirnya terjadi tabrakan," terang Metri.
Polisi juga masih mendalami informasi yang menyebut kecelakaan diduga dipicu pengendara menghindari petasan yang dimainkan anak-anak di sekitar lokasi. Namun dari keterangan sementara saksi dan korban yang selamat, belum ditemukan bukti adanya petasan saat kejadian.
"Kami masih melakukan penyelidikan apakah benar pengendara menghindari petasan. Dari hasil pendalaman sementara terhadap saksi dan pengendara yang dirawat di RS Margono, mereka tidak mendengar suara petasan," ujarnya.
Menurutnya, saat kejadian kondisi lalu lintas relatif sepi kendaraan, namun di sekitar lokasi cukup ramai anak-anak yang berada di badan jalan.
"Saksi menyebut jalan memang sepi kendaraan, tetapi banyak anak-anak dari dua arah yang hampir memenuhi badan jalan. Pengendara Honda Beat juga sudah membunyikan klakson," tambahnya.
Meski demikian, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari warga dan anak-anak yang berada di sekitar lokasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
"Kami juga mencari informasi dari anak-anak dan warga sekitar terkait dugaan petasan, tetapi sejauh ini belum ada yang melihat atau mengatakan ada petasan. Jadi masih kami dalami," pungkasnya.
