Hobi Mulia Ponco Pemuda Asal Magelang, Bersihkan Ratusan Makam Tak Terurus

Hobi Mulia Ponco Pemuda Asal Magelang, Bersihkan Ratusan Makam Tak Terurus

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 08 Mar 2026 15:46 WIB
Pembersih makam, Agus Ponco Nugroho (22) saat ditemui di Makam Nglarangan, Potrobangsan, Kota Magelang, Minggu (8/3/2026).
Pembersih makam, Agus Ponco Nugroho (22) saat ditemui di Makam Nglarangan, Potrobangsan, Kota Magelang, Minggu (8/3/2026). (Foto: Eko Susanto/detikJateng)
Magelang -

Pemuda asal Kota Magelang memilih jalan hidup yang berbeda dengan remaja seusianya. Setiap dua hari sekali, dia datang ke makam membersihkan nisan yang tak terurus oleh ahli warisnya.

Pemuda ini bernama Agus Ponco Nugroho (22), warga Cacaban, Kota Magelang. Hingga saat ini, pemuda yang akrab disapa Ponco tersebut sudah membersihkan 441 makam.

Kebanyakan makam yang dibersihkan itu berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo dan Makam Nglarangan, Magelang. Ide membersihkan nisan makam yang tak terurus tersebut telah dilakukannya sejak Mei 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi membersihkan makam secara random tersebut dibuat video. Video tersebut diunggah dalam akun Instagram @makamcleaner maupun TikTok @makamcleaner.

Berbekal sapu lidi, gunting pemotong dan spidol, Ponco dengan telaten membersihkan makam-makam tak terurus. Spidol dibawanya untuk menulis ulang nisan yang sudah mulai pudar.

ADVERTISEMENT

Video yang diupload ramai di media sosial. Permintaan atau request untuk membersihkan makam ahli waris di luar Magelang pun mulai berdatangan.

Permintaan membersihkan makam yang pernah dilakukan ada di Gunungkidul, Jogja, Purworejo maupun daerah lainnya. Saat membersihkan makam yang tak terurus tersebut, Ponco tak memandang dari segi agama, golongan maupun ras.

Ponco bercerita, kegiatan uniknya ini berawal saat dirinya sering ziarah ke makam ibunya di Giriloyo. Hati Ponco tergerak saat melihat banyak makam tak terurus.

"(Awalnya membersihkan makam). Dulu, tiap hari Minggu rajin ke makam mama di Giriloyo untuk ziarah. Terus, lihat makam sekeliling punya mama itu ada beberapa nggak keurus," kata Ponco saat ditemui detikJateng di Makam Nglarangan, Potrobangsan, Kota Magelang, Minggu (8/3/2026).

"Di situ kepikiran, ini keluarganya di mana. Entah jauh, apa kendala biaya atau dekat, tapi malas bersih-bersih. Terus dari situ, aku ada inisiatif buat bersihin, sekalian tak videoin siapa tahu keluarganya nonton," sambungnya.

Dari membersihkan makam ibunya, Suminah di blok I Giriloyo yang meninggal tahun 2016. Kemudian, ia terus berpindah menuju blok lainnya yang makamnya tak terurus. Video dari membersihkan makam tersebut diupload di akun medsos miliknya.

"Terus lama-lama kok videone ramai. Ternyata di situ, saya sadar impact (dampak) dari apa yang aku lakukan ini ternyata besar. Yang dari awal mula aku tujukan cuman ke keluarga makam deket mama, jadi se-Indonesia ternyata impact-nya positif," imbuhnya.

Aksi yang ia lakukan ini, lama-kelamaan diketahui publik. Netizen kemudian ramai mengirimkan pesan atau direct message (DM) meminta tolong membersihkan makam.

Ponco pun menyanggupi permintaan ini tanpa pernah mematok tarif.

"Kalau sistem request itu, biasanya kalau bayar itu kayak bebas isi. Bebas isi, itu yang penting orangnya itu nggak keberatan aja sih, ya seikhlasnya," beber alumni SMK Kristen 2 Magelang ini.

"Jadi nggak ada patokan berapa-berapa. Bunga itu juga tergantung yang request mau pakai atau nggak," ujarnya.

Khusus untuk di luar Magelang, Ponco menarik uang transport. Sejauh ini request paling jauh membersihkan makam di Banaran, Gunungkidul. Ponco juga pernah membersihkan makam di Kota Jogja hingga Purworejo.

"Aku request paling jauh selama ini di Banaran, Gunungkidul," ujarnya.

Ponco menyebutkan pada, Jumat (6/3) membersihkan makam di Purworejo. Kemudian, Sabtu (7/3), membersihkan makam di Kota Jogja.

"Teknise nggak ada sih, paling cuma jarak dulu sih. Kalau misalnya mencakup wilayahku (Magelang), itu bisa tak bantuin bisa. Yang penting jarak," tuturnya.

"Kemarin, ada yang (memberi) 50 (ribu), ada yang 100, ada yang 150 gitu. Purworejo kemarin kebetulan orangnya nyesuain transport. Karena aku kalau ke Jogja itu aku narik transport. Kalau transport aku narik, kalau di Jogja kota itu 70 ribu itu buat transport sama udah dapet bunga buat 1 makam," kata dia.

Kemudian saat membersihkan makam di Purworejo, kata Ponco, mematok uang transport Rp 90 ribu. Hal ini karena lokasinya berbatasan dengan Bandara YIA.

"Ke Purworejo itu, aku matok 90 buat transport karena agak jauh. Arah arah dekat Bandara YIA. Untuk jasanya aku ngikut orangnya. Kebetulan orangnya juga nyamain sama transport itu 90 (ribu), jadi 180," katanya.

"Kalau yang di Wonosari kan jauh. Aku kalau nggak salah pasang di 120 (ribu) transport. Kalau jasa-jasanya 150 dikasih," ujar Ponco.



(aku/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads