Viral Dugaan Kekerasan Santri di Demak, Polisi Turun Tangan

Viral Dugaan Kekerasan Santri di Demak, Polisi Turun Tangan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 08 Mar 2026 15:28 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan. Foto: Edi Wahyono.
Demak -

Sebuah video bernarasi aksi kekerasan terhadap seorang santri di wilayah Mranggen, Kabupaten Demak viral di media sosial. Polisi saat ini sedang melakukan penelusuran terkait peristiwa itu.

Video tersebut diunggah pertama kali oleh akun Instagram @wongm.umet45. Dalam narasinya, akun itu mengatakan kekerasan dilakukan terhadap santri di bawah umur pada Sabtu (7/3/2026) dini hari.

"Detik-detik aksi kekerasan di tempat umum yang korbannya anak santri di bawah umur di wilayah mranggen demak, kejadian pada hari Sabtu 7 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 01:50 WIB," tulis takarir unggahan akun tersebut, dilihat detikJateng Minggu (8/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video tersebut viral hingga diunggah ulang oleh beberapa akun Instagram lain. Akun tersebut juga mengatakan terduga pelaku kekerasan itu adalah pengurus pondok pesantren.

"Info terkini 2 pelaku yang melakukan kekerasan fisik yakni pengurus pondok pesantren mranggen demak. Korban anak santri yang masih duduk di bangku sekolah mts," ujar akun itu.

ADVERTISEMENT

Video itu menampilkan rekaman CCTV sejumlah orang mengenakan sarung sedang berada di tepi jalan. Ada dua orang yang berdiri dan satu orang yang duduk.

Dua orang yang berdiri itu tampak mengenakan kaus merah dan kaus bertuliskan QEE bernomor punggung 17. Sementara satu orang yang duduk terlihat bermain HP sambil merokok.

Selanjutnya, terlihat dua orang yang masuk ke dalam frame CCTV sambil berjalan jongkok. Orang berkaus merah yang sedang berdiri kemudian menendang orang yang berjalan jongkok di belakang hingga tersungkur.

Setelah orang itu bangkit dan kembali berjalan jongkok, orang berkaus merah kembali menendang dan membuat orang yang berjalan jongkok itu jatuh kembali. Setelah ditendang kedua kalinya, orang itu sempat terdiam.

Pada akhir video, orang berkaus merah kemudian meninggalkan lokasi dan beberapa orang yang berjalan jongkok terus bergerak ke arah lain.

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, mengatakan pihaknya telah mengetahui video viral tersebut.

"Kita sudah melihat video yang beredar di media sosial terkait dugaan kekerasan tersebut," kata Anggah saat dimintai konfirmasi detikJateng, Minggu (8/3).

Anggah mengungkapkan saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran terhadap kejadian itu.

"Anggota saat ini sedang bergerak untuk menelusuri peristiwa tersebut. Nanti akan kami informasikan lagi perkembangannya seperti apa," ujar Anggah.



(apl/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads