Dua pria penambang pasir tradisional di alur Sungai Woro, Dusun Pinjenan, Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Klaten tewas tertimbun longsoran tebing. Mereka adalah T (56) warga Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo dan K (61) warga Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Klaten.
"Betul kejadiannya kemarin siang (Jumat, 6/3) siang. Satu warga Sukorini dan satu warga Keputran," ungkap Kapolsek Manisrenggo AKP Fajar Damhudi kepada detikJateng, Sabtu (7/3/2026) siang.
Dijelaskan Fajar, sekitar pukul 10.30 WIB, keduanya menambang pasir secara tradisional. Saat itulah tebing di atasnya ambrol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tebing sekitar 5 meter tingginya menimbun keduanya. Warga yang mengetahui kemudian meminta tolong dan bisa dievakuasi pukul 13.00 WIB," terang Fajar.
Baca juga: Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia |
Polsek yang mengetahui kejadian itu, sambung Fajar, berkoordinasi dengan Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan indikasi tindak pidana.
"Dari pemeriksaan Puskesmas tidak ditemukan tanda kekerasan dan tindak pidananya. Jenazah sudah dimakamkan kemarin sore," papar Fajar.
"Kita sudah sampaikan imbauan untuk masyarakat agar waspada saat menambang. Sebelum kegiatan mempertimbangkan cuaca," imbuhnya.
Aan, warga sekitar lokasi mengatakan lokasi merupakan lokasi tambang pasir tradisional. Penambang tidak hanya warga desa setempat.
"Penambang tidak cuma warga sini. Ada yang dari luar, satu korban orang Desa Keputran dekat Pasar Kembang, " katanya kepada detikJateng.
Terpisah, Kades Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Siswanto membenarkan ada kejadian tersebut. Jenazah keduanya dikebumikan Jumat sore.
"Sudah dimakamkan kemarin sore. Lokasinya tambang tradisional atau manual," jelasnya saat diminta konfirmasi detikJateng.
(alg/alg)











































