Apa Saja yang Bisa Mengurangi Pahala Puasa Ramadan? Simak Daftarnya di Sini!

Apa Saja yang Bisa Mengurangi Pahala Puasa Ramadan? Simak Daftarnya di Sini!

Desi Rahmawati - detikJateng
Sabtu, 07 Mar 2026 14:47 WIB
Hal yang mengurangi pahala puasa.
Ilustrasi Orang Mengumpat (Foto: Andrea Piacquadio/Pexels)
Solo -

Puasa Ramadan bukan sekadar menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga media untuk melatih pengendalian diri. Sebab, tanpa disadari, pahala puasa bisa berkurang karena berbagai hal tercela.

Dikutip dari buku Fiqih karya Udin Mahyudin dkk, dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ (رواه البخاري)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Alangkah banyak yang melaksanakan puasa (saum), namun tidak mendapatkan apapun (pahala) dari puasanya kecuali lapar dan dahaga." (HR Bukhari)

Hal ini menjelaskan bagaimana seseorang yang berpuasa, mendapati amalannya sia-sia karena tidak menjaga adab. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui dan memahami hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa mereka. Melalui pemahaman ini, umat Islam bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa sajakah yang mengurangi pahala puasa Ramadan tersebut? Mari simak uraiannya di bawah ini!

Hal-hal yang Mengurangi Pahala Puasa Ramadan

Sejalan dengan sabda Rasullah SAW di atas, terdapat beberapa hal yang wajib dihindari oleh umat Islam saat berpuasa Ramadan. Hal ini berkaitan dengan perbuatan dan perilaku yang bisa mengurangi pahala puasa Ramadan. Dirangkum dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, berikut daftar hal yang mengurangi pahala puasa Ramadan.

1. Berbohong

Hal pertama yang bisa mengurangi pahala puasa Ramadan adalah berbohong. Tindakan ini membuat puasa seseorang menjadi sia-sia. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya serta (berkelakuan) bodoh, maka tidak ada kebutuhan bagi Allah pada ketiadaan makan dan minumnya." (HR Bukhari)

hadits tersebut menunjukkan dampak bagi seseorang yang berbohong atau berdusta terhadap pahala mereka. Dalam hal ini, bentuk kebohongan yang merusak kualitas puasa mencakup pernyataan palsu, janji palsu, atau informasi penipuan lainnya.

Lebih lanjut, Imam as-Suyuthi juga menambahkan bahwa seseorang yang tetap melakukan kebohongan termasuk perbuatan yang telah melanggar perintah Allah SWT. Oleh karena itu, puasa mereka dianggap sia-sia.

2. Berkata Kasar

Berkata-kata kasar saat menjalani ibadah puasa juga bisa mengurangi keutamaan puasa yang penuh hikmah. Kata-kata kotor, makian, sumpah serapah, dan kata kasar lainnya sangat bertentangan dengan adab berpuasa yang disunnahkan.

Penjelasan ini bersumber dari sabda Rasulullah SAW yang mengatakan:

"Allah berfirman, 'Setiap amal anak Adam adalah untuk anak Adam itu sendiri, melainkan puasa. Sesungguhnya puasa itu bagi-Ku, dan Aku membalasi puasanya itu. Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan pula berkata kasar. Jika seseorang mencacinya dan menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, 'Aku ini puasa'." (HR Bukhari)

Ini menunjukkan hukum bagi umat Islam yang berpuasa hendaklah menjaga lisannya dari kata-kata kasar, termasuk ucapan cabul.

3. Mengatakan Hal yang Sia-sia

Hal ketiga yang mengurangi pahala puasa adalah mengatakan hal yang sia-sia. Maksudnya, perkataan yang tidak mengandung manfaat atau omong kosong. Hal ini juga pernah dilarang oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits:

"Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum, melainkan puasa adalah menahana diri dari perkataan sia-sia (laghwu) dan perkataan dusta (rafats). Jika ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakan padanya, 'Aku sedang puasa, aku sedang puasa'." (HR Ibnu Majah dan Hakim)

4. Ghibah

Ghibah adalah perbuatan membicarakan keburukan orang lain. Perbuatan ini tentu termasuk perbuatan tercela saat berpuasa atau tidak berpuasa. Dengan begitu, rusaklah pahala puasa mereka yang ber-ghibah.

Rasulullah SAW juga menjelaskan mengenai perkara ghibah dalam sabdanya:

"Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu sedangkan dia tidak menyukai hal itu diceritakan kepada orang lain." (HR Muslim)

Hadits tersebut dijelaskan bahwa perbuatan ghibah merupakan perbuatan yang merugikan bagi seseorang yang dibicarakan. Selain itu, ghibah saat puasa juga termasuk perbuatan melanggar larangan Allah SWT.

Dalam Al-Quran surat Al-Hujarat ayat 12, Allah SWT berfirman:

وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ

Artinya: "Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Suka-kah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (QS. al-Hujurat: 12)

5. Memfitnah dan Adu Domba

Selain perkara-perkara di atas, memfitnah dan mengadu domba juga bisa mengurangi bahkan merusak pahala puasa seseorang. Fitnah sendiri artinya memberikan tuduhan palsu kepada seseorang. Sementara adu domba adalah perbuatan namimah, yakni mengambil ucapan manusia satu ke manusia lainnya untuk membuat mereka berselisih.

Perbuatan fitnah dan adu domba sejatinya termasuk perbuatan dosa karena memberikan dampak negatif bagi korbannya. Hal ini juga telah dilarang dalam Al-Quran surat Al-Qalam ayat 10-11 berikut.

هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍ ۢ بِنَمِيْمٍۙ, وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ

Artinya: "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari mengumbar fitnah."

Dengan demikian, barang siapa yang memfitnah atau mengadu domba seseorang ketika berpuasa, puasanya akan sia-sia.

6. Tidak Menjaga Diri

Hal terakhir, yakni tidak bisa menjaga dirinya selama puasa. Dalam arti lain, seseorang yang berpuasa juga harus menjaga dirinya dari segala perbuatan tercela atau zina. Mulai dari zina mata, zina mulut, zina tangan, zina tubuh, dan bentuk zina lainnya.

Hal ini dikarenakan puasa tidak hanya menahan lapar dan sahaga saja. Namun, juga menahan hawa nafsu dari keburukan. Hendaklah umat Islam menjaga pandangan, pendengaran, ucapan, dan perilakunya selama berpuasa. Jika mereka tidak mampu menjaga dirinya, maka pahala puasanya akan berkurang.

Itulah hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa Ramadan yang wajib dihindari oleh umat Islam. Semoga membawa berkah!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads