Banjir yang merendam Kecamatan Cawas, Klaten, karena tanggul jebol sudah surut. Akses jalan Cawas ke arah Gunungkidul, DI Yogyakarta, mulai bisa dilalui kendaraan lagi.
Pantauan detikJateng, air mulai surut pukul 09.30 WIB setelah jebolan tanggul ditambal dengan mengerahkan ekskavator dan gotong royong. Debit air Sungai Dengkeng pun berkurang sekitar 2 meter dari bibir tanggul.
Akses jalan yang merupakan kewenangan provinsi tersebut sudah bisa dilalui semua jenis kendaraan. Air sudah tidak ada lagi di badan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalihan arus dari simpang tiga Mapolsek Cawas juga sudah tidak diberlakukan. Para pekerja perbaikan jalan terlihat mulai menambal lubang yang muncul dari dampak banjir.
Warga terlihat membersihkan perabotan rumah, perabotan toko dan mengeringkan barang-barang. TRC BPBD, Damkar, TNI, Polri, relawan dan lainnya bergotong royong di titik tanggul jebol, sebagian membersihkan fasilitas umum seperti sekolah.
Seorang warga, Jaimin, mengatakan sampai pagi tadi masih ada genangan air. Nạmun setelah tanggul bisa ditutup, air mulai surut.
"Setelah tanggul ditutup mulai surut pukul 09.30 WIB. Meskipun surut, sekolah belum beraktivitas karena air setinggi lutut," ungkap Jaimin yang membersihkan sekolah dan Ponpes Anas bin Malik kepada detikJateng, Kamis (5/3/2026) siang.
Warga di Cawas mulai membersihkan sisa-sisa banjir. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
Menurut Jaimin, air di permukiman dan jalan berangsur surut. Dia menyebut genangan banjir juga sempat merendam peralatan yang ada di sekolah.
"Karena juga ada peralatan sehingga belum bisa untuk belajar. Ini bersih-bersih saja mungkin tidak cukup sehari," katanya.
Warga lainnya, Apik, mengatakan air di jalan raya baru benar-benar surut pukul 10.00 WIB. Warga kemudian mulai membersihkan toko dan kios-kios.
"Ini mulai bersih-bersih, kalau rusak sih tidak. Cuma peralatan pada basah, lumpur masuk," kata Apik.
"Ya harapannya tanggul diperkuat jadi tidak jebol lagi," lanjut Apik.
Kalak BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna menjelaskan air sudah surut setelah penghalang air seperti sampah disingkirkan. Tanggul juga mulai ditambal.
"Tanggul mulai dikerjakan dengan gotong royong tapi belum selesai karena menunggu material. Air masih mengalir tapi sudah tidak signifikan," kata Syahruna kepada detikJateng.
"Untuk jalan sudah normal. Ini kita fokus pembersihan," jelas Syahruna.
Sebelumnya diberitakan, banjir luapan sungai Dengkeng dan tanggul jebol yang terjadi di Kecamatan Cawas, Klaten memutus akses Jalan Raya Klaten-Gunungkidul. Jalur provinsi tersebut tidak bisa dilalui kendaraan karena terendam air.
"Air mulai datang sekitar pukul 01.30 WIB. Masuk kampung, jalan dan toko," ungkap warga kota Cawas, Suryo, kepada detikJateng di lokasi, Rabu (4/3/2026) pagi.
Dijelaskan Suryo, air sungai datang setelah ada tanggul jebol di Dusun Jetakan. Hujan saat kejadian tidak terlalu deras tapi sorenya deras.
"Sorenya hujan deras. Dampaknya toko tutup dan tidak beraktivitas," katanya.

