Operasi pencarian korban banjir lahar hujan Gunung Merapi di aliran Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, dilanjutkan hari ini. Dua alat berat dikerahkan untuk mencari 2 korban yang belum ditemukan.
Operasi pencarian hari ketiga ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Operasi melibatkan kurang lebih 70 orang dari tim SAR gabungan.
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, mengatakan pencarian dibagi menjadi tiga SRU (search and rescue unit).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SRU pertama dekat TKP, dekat warung Ibu Maryuni (korban). Yang memang kita dicurigai berdasarkan saksi mata itu Bu Maryuni terlihat terakhir itu kondisi tersambar banjir dan kondisi kejepit batu," kata Arif saat dihubungi detikJateng, Kamis (5/3/2026).
"Jadi, kita maksimalkan di situ. Tapi, pencarian kita optimalkan dengan menggunakan alat berat," sambung Arif.
Untuk SRU kedua, kata Arif, mulai di bawah dam. Di mana lokasi penemuan korban kedua, Heru ditemukan.
"Terus untuk SRU ketiga itu kita melakukan penyisiran mulai dari titik terakhir hari kedua pencarian kemarin itu di dam 3 Bendo sejauh dua kilometer ke arah hilir," tambahnya.
Dua korban yang belum ditemukan atas nama Maryuni dan Hasyim. "(Kerjaan korban) Kalau informasi dari masyarakat itu, Bu Maryuni itu dia berdagang, warung. Kalau Hasyim itu kuli cokir (pencari pasir)," ujarnya.
"Untuk cuaca hari ini terpantau mendung, tapi terus kita lakukan pemantauan melalui Pos Babadan (pos pemantauan Gunung Merapi). Yang, nantinya ketika ada turun hujan dari hulu Merapi itu nanti akan diinformasikan ke posko dan kita seluruh tim SAR tentunya akan langsung kita tarik," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir lahar hujan terjadi pada, Selasa (3/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah kejadian, dilakukan operasi pencarian satu korban berhasil ditemukan dan dilaporkan ada 4 orang yang hilang.
Kemudian pada, Rabu (4/3), kembali dilakukan pencarian hingga berhasil menemukan 2 korban dalam keadaan meninggal dunia. Kedua korban yakni Heru Setyawan (25) warga Krinjing dan Arif Fuad Hasan (26), warga Ngargosoko, Srumbung, Kabupaten Magelang.
(aku/apu)
