Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran, 87 Tewas

Internasional

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran, 87 Tewas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikJateng
Kamis, 05 Mar 2026 10:09 WIB
Cuplikan gambar ini dari video yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada 4 Maret 2026, menunjukkan apa yang menurut Departemen Pertahanan adalah rekaman periskop dari kapal selam Angkatan Laut AS yang menembaki dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Sebuah kapal selam AS menembak torpedo dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Rabu. Hampir 150 orang hilang dan beberapa tewas setelah fregat IRIS Dena tenggelam pada hari Rabu di lepas pantai Sri Lanka, kata para pejabat.
Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran Foto: (Departemen Pertahanan AS/AFP)
Solo -

Sebuah kapal perang Iran jenis fregat ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Sri Lanka. Militer Sri Lanka menyebut 87 pelaut tewas dalam kejadian itu.

Dilansir AFP via detikNews Rabu (4/3/2026), serangan itu terjadi di tengah perang antara AS-Israel melawan Iran yang makin meluas di Timur Tengah.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kepada wartawan di Washington.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hegseth menyatakan penenggelaman itu sebagai "kematian senyap" dan serangan sukses torpedo kapal selam AS ke kapal perang musuh sejak Perang Dunia II. "Seperti dalam perang itu," kata Hegseth, "kita berjuang untuk menang."

ADVERTISEMENT

Polisi serta pejabat pertahanan Sri Lanka menuturkan, angkatan laut menemukan jenazah 87 pelaut dari perairan dekat Kota Galle, dengan 61 lainnya masih hilang. "Pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya," kata seorang pejabat angkatan laut kepada AFP dengan syarat anonim.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, secara terpisah mengatakan militer mereka menyelamatkan 32 kru kapal perang Iran IRIS Dena dengan kebanyakan kondisinya terluka. Adapun kondisi kapal fregat kelas-Moudge tersebut rusak.

Para pelaut yang diselamatkan sedang dirawat di Galle, di mana seorang fotografer AFP melihat gelombang pertama lebih dari dua lusin jenazah diangkut ke rumah sakit pada Rabu malam.

Juru bicara AL Sri Lanka, Buddhika Sampath, menjelaskan IRIS Dena sempat mengirim sinyal darurat pada Subuh waktu setempat. Namun, saat kapal penyelamat mencapai lokasi satu jam kemudian, kapal tersebut sudah tenggelam dan hanya menyisakan bercak minyak di permukaan.

Sumber internal AL Sri Lanka mengungkapkan, IRIS Dena berlayar usai mengikuti latihan militer di Pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur. Serangan itu terjadi hanya 40 kilometer (25 mil) selatan Galle.

Iran belum berkomentar tentang tenggelamnya kapal tersebut. Duta Besar Teheran di Kolombo, Alireza Delkhosh, tidak segera dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Sampath mengatakan respons Sri Lanka terhadap panggilan darurat tersebut sesuai dengan kewajiban maritimnya.

"Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," kata Sampath kepada AFP.

Sri Lanka tetap netral dan berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Lebih dari satu juta warga Sri Lanka bekerja di wilayah tersebut, dan mereka merupakan sumber devisa utama bagi negara yang baru pulih dari krisis ekonomi terburuknya pada tahun 2022.

Baik angkatan laut maupun angkatan udara Sri Lanka mengatakan mereka tidak akan merilis rekaman penyelamatan tersebut karena melibatkan militer negara lain. Polisi meningkatkan keamanan di luar rumah sakit Galle saat warga Iran yang terluka dibawa ke sana.



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads