Warga Negara Indonesia yang berada di Iran bakal dievakuasi. KBRI Tehran mengumumkan secara resmi soal evakuasi tersebut.
Dikutip dari detikTravel, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran Iran mengeluarkan pengumuman melalui akun instagram resminya. Evakuasi WNI di sana akan dilakukan bertahap.
"Menyusul perkembangan situasi terkini, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menyelenggarakan Evakuasi Bertahap bagi seluruh WNI di wilayah Iran," tulis KBRI Tehran di akun @indonesiaintehran, seperti dikutip detikTravel, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengumuman itu, para WNI yang tinggal di Iran diminta menghubungi KBRI untuk koordinasi terkait jadwal dan titik kumpul evakuasi.
"Langkah Segera: Mohon segera menghubungi KBRI Tehran untuk koordinasi teknis, jadwal, dan titik kumpul melalui grup komunikasi resmi WNI. Terkait operasional KBRI: Layanan kekonsuleran tetap berjalan normal," tulis pengumuman KBRI Tehran.
"Jika ada kendala mendesak, hubungi +98 902 466 8889," imbuh KBRI Tehran.
Selama masa evakuasi bertahap itu WNI di Iran juga diminta untuk tetap tenang sembari menunggu arahan resmi.
"Mari tetap tenang, waspada, dan terus pantau arahan resmi kami. Mohon bantu sebarkan informasi ini kepada sesama rekan WNI di Iran," pungkasnya.
Untuk diketahui, Iran kini sedang berperang melawan Israel dan Amerika Serikat (AS). Operasi militer AS di Timur Tengah diawasi oleh komando pusat bernama CENTCOM. Disebutkan AS mengerahkan lebih dari 50 ribu tentara dalam serangan gabungan bersama Iran sejak Sabtu (28/2) lalu.
Komandan CENTCOM, Jenderal Brad Cooper, dalam pesan videonya, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (4/3/2026) menyebut bakal ada sebanyak 200 jet tempur dan dua kapal induk AS dikerahkan dalam operasi militer bernama "Operation Epic Fury" tersebut. Hal itu disebut sebagai pengerahan militer terbesar AS di kawasan Timur Tengah dalam satu generasi.
(alg/dil)
