China Desak Israel Segera Hentikan Operasi Militer ke Iran!

Internasional

China Desak Israel Segera Hentikan Operasi Militer ke Iran!

Rita Uli Hutapea - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 15:08 WIB
AS-Israel serang Iran, di mana Rusia dan China?
AS-Israel serang Iran. Foto: BBC World.
Solo -

Pemerintah China mendesak Israel dan Amerika Serikat segera menghentikan operasi militernya terhadap Iran. Hal ini sebagaimana diungkapkan Menteri Luar Negeri-nya, Wong Yi.

Dilansir detikNews, ⁠Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi, menyampaikan kepada Menlu Israel, Gideon Saar, bahwa serangan terhadap Iran terjadi ketika negosiasi antara Washington dan Teheran telah "mencapai kemajuan signifikan, termasuk mengatasi kekhawatiran keamanan Israel." Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan, dilansir Al-Jazeera, seperti Rabu (4/3/2026).

"Sayangnya, proses ini telah terganggu oleh aksi militer. China menentang serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan AS terhadap Iran," kata Wang kepada Menlu Israel itu selama percakapan telepon pada hari Selasa (3/3) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"China mendesak penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan hilangnya kendali atas konflik," kata Wang menurut Kementerian Luar Negeri China.

"Kekerasan tidak dapat benar-benar menyelesaikan masalah; sebaliknya, itu akan membawa masalah baru dan konsekuensi jangka panjang yang serius," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Kementerian Luar Negeri China berpendapat, Saar menyetujui permintaan dari Wang untuk mengambil "langkah-langkah konkret untuk memastikan keselamatan personel dan lembaga-lembaga China" di Iran.

Sebagaimana diketahui Israel dan AS mulai melancarkan serangan terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) lalu. Perkembangan terbaru, militer AS mengerahkan telah pesawat pengebom B-52 dalam serangannya terhadap Iran. Washington juga mengumumkan pasukannya telah menggempur lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Hal ini merupakan pertama kalinya, AS mengerahkan pesawat pengebom B-52 dalam serangan terbarunya terhadap Iran.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (4/3), merilis pencapaian harian terbaru melalui fact sheet tentang Operasi Epic Fury terhadap Iran.

Disebutkan dalam fact sheet CENTCOM tersebut bahwa sejumlah pesawat pengebom B-52 digunakan dalam serangan-serangan terhadap Iran. Pesawat pengebom B-52 milik AS diketahui mampu membawa amunisi dalam jumlah besar.

Hanya saja belum diketahui secara pasti kapan pesawat pengebom B-52 itu digunakan oleh AS dalam serangan terhadap Iran. Pengerahan ini dilakukan setelah pesawat-pesawat pengebom siluman B-2 dan B-1 digunakan dalam serangan-serangan sebelumnya.

Laporan CENTCOM menyebutkan bahwa pasukan AS telah menyerang lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran dalam 72 jam pertama Operasi Epic Fury, yang dimulai Sabtu (28/2) waktu setempat.

Angka itu melonjak dibandingkan laporan sebelumnya yang menyebut 1.200 target di Iran telah digempur pasukan AS dalam 48 jam pertama operasi.



(apl/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads