Warga Mangkang Kulon Semarang Tak Bisa Sahur Buntut Kebanjiran

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 14:51 WIB
Kondisi talut sungai di RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang yang jebol pagi ini, Rabu (4/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Talut di wilayah RT 1 RW 1 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang jebol dini hari tadi. Akibatnya, warga setempat mengaku tak bisa sahur karena kompor yang terendam.

Pantauan detikJateng di lokasi, Jalan Irigasi lokasi talut jebol itu penuh dengan lumpur. Tampak sudah ada alat berat yang mengeruk sisa-sisa lumpur di sekitar talut Sungai Plumbon yang jebol.

Beberapa warga tampak membersihkan rumahnya dari sisa-sisa lumpur dan menjemur barang-barangnya yang basah. Ketua RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, Jarianto, mengatakan talut jebol akibat hujan mulai turun sekitar pukul 23.30 WIB.

Meski hujan di wilayahnya tergolong ringan disertai angin kencang, kiriman air dari wilayah atas membuat debit sungai meningkat drastis.

"Di sini hujannya ringan, tidak terlalu deras. Tapi kiriman air dari atas deras sekali. Sekitar jam 01.00 WIB itu air sudah naik," kata Jarianto kepada detikJateng di lokasi, Rabu (4/3/2026).

Sekitar pukul 02.00 WIB, warga mendengar bunyi retakan dari talut di sisi utara. Tak lama kemudian, talut tersebut ambrol dan air langsung menerjang permukiman warga.

Ketua RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, Jarianto di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang yang jebol pagi ini, Rabu (4/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

"Ada bunyi 'kretek-kretek', terus tidak lama kemudian jebol. Air terus langsung masuk ke rumah-rumah warga," ujarnya.

Peristiwa itu pun terjadi saat warga tengah tertidur lelap dan beberapa bersiap untuk sahur. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa sahur dalam kondisi rumah tergenang air, bahkan ada pula yang tak bisa sahur.

"Pada nggak bisa sahur karena masak karena kompor terendam. Cuma masak mi kalau kompornya bisa, kalau nggak bisa ya dari tetangga yang masih bisa masak itu bantu berbagi makanan," tutur Jarianto.

Jarianto menyebut, ada sekitar tiga rumah di bagian depan talut sungai yang terdampak cukup parah. Ketinggian air bahkan mencapai setinggi perut orang dewasa.

"Air sampai setinggi pusar saya. Kasur, kulkas dua, TV tiga, semua terendam. Tidak ada yang sempat diselamatkan," ungkapnya.

Ia mengaku sempat membantu dua keluarga yang meminta tolong sekitar pukul 02.30 WIB. Namun, derasnya arus membuat warga kesulitan menyelamatkan barang-barang.

"Yang penting orangnya selamat dulu. Barang-barang nggak bisa saya tolong, karena air sudah tinggi dan arusnya kencang. Warga itu kan janda, dia sampai kedinginan, minta pinjami selimut," katanya.




(apu/alg)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork