Sungai Plumbon Semarang Akan Diperlebar Jadi 25 Meter Imbas Banjir Berulang

Sungai Plumbon Semarang Akan Diperlebar Jadi 25 Meter Imbas Banjir Berulang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 19 Mei 2026 15:27 WIB
Kondisi tanggul jebol di Sungai Plumbon Mangunharjo, RT 1 RW 1, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Sabtu (16/5/2026).
Kondisi tanggul jebol di Sungai Plumbon Mangunharjo, RT 1 RW 1, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Sabtu (16/5/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bakal melakukan normalisasi sekaligus pelebaran Sungai Plumbon di Kota Semarang usai banjir berulang akibat tanggul jebol. Ada 318 bidang yang harus dibebaskan untuk proyek itu.

Hal tersebut disampaikan Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto. Ia mengatakan, pihaknya tengah melakukan kajian pengendalian banjir melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

"Jadi tahun ini kita sedang melakukan kajian melalui NUFReP yang digunakan dana loan untuk melaksanakan kegiatan pengendalian banjir di Sungai Plumbon," kata Sudarto di Mangkang Kulon, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, normalisasi saja tidak cukup untuk mengatasi banjir yang terus berulang di kawasan tersebut. BBWS berencana memperlebar badan sungai dari sekitar 10 meter menjadi 25 meter.

"Sungai kita hampir seluruh Indonesia sudah tidak mampu karena kondisi tutupan lahan di hulunya sudah habis. Ada yang jadi perumahan dan lain-lain sehingga memang kapasitas dulu mampu, sekarang sudah tidak mampu sehingga harus dilebarkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi tidak cukup normalisasi saja tapi harus dilebarkan. Yang ini sekarang kurang lebih 10 meter, nanti akan diperlebar menjadi 25 meter," sambungnya.

Untuk merealisasikan proyek itu, BBWS membutuhkan pembebasan lahan di sepanjang aliran Sungai Plumbon. Total ada 318 bidang tanah yang masuk rencana pembebasan.

"Di tahun 2024 dari BBWS, Kementerian, sudah membebaskan lahan sekitar 92 bidang dari 318 bidang. Tinggal 246 (bidang) lagi, sedang kita usulkan di 2026 untuk anggaran perbantuan," ujarnya.

Ia mengatakan, kebutuhan anggaran pembebasan lahan berdasarkan kajian tahun lalu diperkirakan mencapai Rp 171 miliar untuk sisa bidang yang belum dibebaskan.

"Yang sekarang sekitar 226 bidang itu Rp 171 miliar, itu menurut kajian tahun lalu," katanya.

"(Pembebasan lahan) di sepanjang sungai, 22 km, tapi memang hanya di spot-spot tertentu. Nanti kita bebaskan dulu, ada 318 bidang," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pemerintah kota siap mendukung proses penanganan banjir termasuk pembebasan lahan yang dibutuhkan.

"Kita akan menunggu hasil ukurannya, mana saja yang memang harus dibebaskan dan Pemerintah Kota siap untuk menyelesaikan urusan banjir dan luapan sungai ini," ujar Agustina.

Ia menyebut, banjir kali ini berdampak pada 333 kepala keluarga atau sekitar 1.252 warga di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

"Dari Januari ada 18 titik ambrol, karena debit airnya terlalu besar dan mendadak," ucapnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads