Aksi pencurian sepeda motor Honda Scoopy dengan cara dinaikkan di pikap di Muntilan, Kabupaten Magelang, viral di media sosial. Pelisi menangkap pelaku yang ternyata serogan wanita pelanggan salon korban.
"Pelaku adalah perempuan. Dia (pelaku) adalah pelanggan dari salon tersebut," kata Kanit Pidana Umum (Pidum) Reskrim Polresta Magelang, Iptu M Ady Haryanto, kepada wartawan di Polresta Magelang, Jumat (23/10/2026).
Terduga pelaku berinisial AN (25), warga Tempel, Kabupaten Sleman. Sedangkan korban pemilik salon, berinisial SM (26), warga Gunungpring, Muntilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencurian Scoopy berpelat nomor AA 2729 ADB terjadi pada Jumat (9/10). Pelaku berhasil ditangkap pada, Rabu (21/10) saat berada di wilayah Srumbung, Kabupaten Magelang.
"Kaitannya dengan video viral yang ada di medsos itu memberitakan bahwa telah terjadi curanmor dengan modus dinaikkan ke mobil pikap. Setelah dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti petunjuk, akhirnya dapat ditemukan, dapat ditangkap, diamankan," kata Ady.
"Pelaku itu ternyata teman ataupun pelanggan dari salon milik korban. Yang sudah kenal dekat, kenal akrab, berawal dari pelanggan akhirnya berteman dan sering juga bermain di situ. Setelah melihat situasi dan juga keterangan dari pelaku itu berawal dari mengambil kunci dulu. Beberapa hari sebelum terjadi curanmor itu, kunci sudah dicuri dulu," kata Ady.
Setelah situasi aman, katanya, terduga pelaku baru mengambil sepeda motor dengan kunci asli. Setelah kejadian tersebut, terduga pelaku tidak pernah datang ke salon hingga muncul kecurigaan korban terhadapnya.
"Dan setelah beberapa hari terjadi pencurian itu, diduga pelaku sudah tidak sering datang lagi. Sehingga muncul kecurigaan dari pemilik, korban bahwa mengerucut pelaku adalah teman tersebut," sambungnya.
"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar diamankan Saudari AN di wilayah Srumbung. Dan juga ditemukan barang bukti Scoopy yang sudah berubah warna. Yang semula warnanya biru ada stripnya putih, kemudian diubah menjadi hitam dan diubah lagi menjadi warna merah. Posisi terakhir Scoopy sudah berwarna merah dan diganti nopol pelat Z, Jawa Barat," imbuh Ady.
Saat kunci hilang korban tidak curiga, kata Ady, saat kunci hilang pemilik salon belum mencurigai. Yang bersangkutan berpikiran hanya ketingslut.
"Terus masih ada kunci cadangan sehingga tidak begitu mengganggu hilangnya kunci tersebut, masih bisa digunakan kunci yang cadangan," ujarnya.
"Berdasarkan keterangan dan fakta yang ada kendaraan digunakan sendiri. Ditangkap hari Rabu (21/10). Jadi, dengan hitungan 12 hari setelah kejadian, Alhamdulillah Resmob dan Polsek Muntilan berhasil mengamankan dan mengungkap kasus ini," tegasnya.
Adapun sangkaan, kata Ady, pasal 376 KUHP. "Ancaman maksimal 5 tahun dan denda Rp 500 ribu," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pencurian satu sepeda motor Honda Scoopy dengan cara dinaikkan ke pikap di Muntilan, Kabupaten Magelang, jadi viral di media sosial. Polisi menyatakan sudah menerima laporan korban dan sedang melakukan penyelidikan.
Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @magelang_raya. Dalam unggahan tersebut diberi keterangan,"Pencurian motor di Gunung Pring Muntilan Magelang Jumat 9 Oktober 2026. Kronologinya seorang owner Dimah beauty salon (dukuhan gunungpring muntilan) memarkirkan motornya di depan salon nya. Dengan kondisi di kunci stang, dan baru mengerjakan klient nya didalam skitar pukul 18.30 kluar dari Salon, motor sudah tidak ada. Karna tidak ada cctv di salon tsb menindak lanjuti nyari cctv dr tetangga sebelah ternyata motor di curi dengan di naikan di angkut menggunakan pick up," tulis keterangan akun itu seperti dilihat detikJateng, Selasa (13/10).
Dalam rekaman CCTV, terlihat Scoopy berpelat AA 2729 ADB milik perempuan berinisial SM telah diangkut menggunakan pikap. Dalam video tersebut, nopol pikap tidak terlihat.
PS Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya pencurian motor itu.
"Benar kejadian di medsos itu sudah laporan di Polresta Magelang. Pelapor atas nama Saudari SM, perempuan," kata Ady kepada detikJateng di ruang kerjanya, Selasa (13/10).
