Tanggul Sungai Plumbon di Mangunharjo, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang jebol usai hujan lebat tadi malam. Lebar tanggul yang jebol itu mencapai 50 meter.
"Kurang lebih 50 meter nggih untuk robohnya tanggul ini," kata Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi saat ditemui di titik tanggul jebol, Sabtu (16/5/2026).
Pantauan detikJateng pukul 10.30 WIB, puluhan petugas dan warga setempat berada di lokasi untuk melakukan perbaikan sementara pada titik tanggul yang jebol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mirzaq menjelaskan proses perbaikan sementara tanggul jebol ini meliputi pembersihan hingga pembuatan tanggul sementara. Pembuatan tanggul sementara dilakukan dengan sand bag atau karung pasir.
"Maka dari itu ini kita percepat dari BBWS dan juga PU, TNI, Polri sama warga ini membersihkan kemudian melakukan penganyaman trucuk bambu dan sand bag," jelas Mirzaq.
"Penanganan kita lakukan semaksimal mungkin untuk durasi waktunya sampai selesainya dan teratasi sisinya tanggul ini bisa minimum ada safety pengamanan supaya air dari wilayah hulu tidak masuk ke permukiman warga. Karena ini posisi tanggul sungai kemudian dengan posisi yang ada di tempat masyarakat pemukiman itu lebih rendah," imbuhnya.
Menurut Mirzaq, selain tingginya debit air, tanggul itu diduga jebol karena faktor usia. Ia menilai tanggul itu sudah rapuh.
"Ini memang usia tanggul jebol juga sudah dikatakan tua, sudah terjadi kerapuhan-kerapuhan," ucap Mirzaq.
Mirzaq menuturkan terdapat satu orang korban jiwa akibat tanggul jebol ini. Selain itu, luberan air juga berdampak pada ratusan KK.
"Satu orang korban meninggal dunia seorang nenek bernama Maryam usia sekitar 70. Kalau jumlahnya yang terdampak dari RW 1 sampai RW 5 ini terdampak 313 KK," ujar Mirzaq.
Mirzaq berharap pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera turun tangan untuk melakukan normalisasi di Sungai Plumbon. Harapannya dengan normalisasi sungai, bisa mencegah peristiwa serupa terulang.
"Di sini saya berharap dengan adanya kondisi kejadian seperti ini pemerintah pusat, utamanya leading sektor BBWS untuk menangani secepatnya untuk normalisasi adanya Sungai Plumbon ini, karena harapan masyarakat menginginkan lingkungan dan juga warga sekitar memiliki rasa aman dan tidak ada lagi rasa waswas," tutur Mirzaq.
(ams/ams)
