Banjir Parah Terjang Jalan Raya Klaten-Gunungkidul di Cawas Imbas Tanggul Jebol

Banjir Parah Terjang Jalan Raya Klaten-Gunungkidul di Cawas Imbas Tanggul Jebol

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 10:13 WIB
Penampakan Jalan Raya Klaten-Gunungkidul di Cawas yang direndam banjir, Rabu (4/3/2026).
Penampakan Jalan Raya Klaten-Gunungkidul di Cawas yang direndam banjir, Rabu (4/3/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Banjir yang terjadi di Kecamatan Cawas, Klaten memutus akses Jalan Raya Klaten-Gunungkidul. Jalur provinsi tersebut tidak bisa dilalui kendaraan karena terendam air.

Pantauan detikJateng pukul 08.00 WIB, air meredam di selatan Mapolsek Cawas. Di simpang tiga arus kendaraan dialihkan ke timur.

Permukiman di Desa Cawas dan sekitarnya teredam air yang deras mengalir dari Sungai Dengkeng. Dari depan SPBU Cawas ke selatan air memenuhi jalan raya dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semakin ke selatan, air semakin dalam mencapai sekitar 1 meter. Beberapa sepeda motor yang nekat melintas macet.

ADVERTISEMENT

Mobil pribadi dan truk ada beberapa yang mencoba lewat dengan risiko macet. Warga sekitar membantu kendaraan yang nekat dengan memberikan aba-aba agar tidak terjebak kubangan.

Pertokoan, bank, sekolah dan pasar di sekitar Kota Kecamatan Cawas tutup. Pedagang sebagian pindah jualan ke dekat kantor Desa Cawas yang tidak terdampak banjir.

"Air mulai datang sekitar pukul 01.30 WIB. Masuk kampung, jalan dan toko," ungkap warga kota Cawas, Suryo, kepada detikJateng di lokasi, Rabu (4/3/2026) pagi.

Dijelaskan Suryo, air sungai datang setelah ada tanggul jebol di Dusun Jetakan. Hujan saat kejadian tidak terlalu deras tapi sorenya deras.

"Sorenya hujan deras. Dampaknya toko tutup dan tidak beraktivitas," katanya.

Ustazah Citra, dari Ponpes Anas bin Malik Cawas mengatakan sementara belajar tingkat SMP dan SMK diliburkan. Sebab sekolah terendam dan santri diungsikan.

"Ada 19 santri diungsikan ke masjid yang aman karena sekolah tidak memungkinkan. Banjir datang sekitar pukul 01.30 WIB," ungkap Citra yang diamini Ustazah Isti di lokasi yang terendam sekitar 80 sentimeter.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten, Baskoro, menyatakan tanggul sungai Dengkeng di Dusun Jetakan jebol sekitar pukul 01.30 WIB. Air masuk permukiman dengan deras.

"Jebol dan air masuk. Tanggul Desa Japanan juga ikut jebol," katanya kepada detikJateng.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras sejak Selasa (3/3) sore memicu terjadinya luapan Sungai Dengkeng beserta anak sungainya. Air naik ke permukiman di Kecamatan Cawas, Bayat, Trucuk dan Wedi.

"Air mulai naik ke tanggul utara dan selatan Sungai Dengkeng sekitar pukul 21.15 WIB. Semakin malam semakin deras," ungkap Margono warga sekitar bendungan dan jembatan Cawas, Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas kepada detikJateng, Rabu (4/3) pagi.

Dijelaskan Margono, air lebih banyak melompat tanggul ke selatan di Desa Cawas, Kecamatan Cawas. Air masuk permukiman dan jalan raya.

"Air di jalan raya, jadi Desa Cawas sekitar pasar belum bisa dilewati saat ini (pukul 04.00 WIB). Kalau tempat saya (utara jembatan Cawas) relatif aman," jelas Margono.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan hujan intensitas sedang-lebat terjadi pada hari Selasa 3 Maret 2026 sekitar pukul 16.30-23.00 WIB. Sampai pukul 02.46 WIB hari ini di Kecamatan Trucuk ada lima desa terendam.

"Ada lima desa, Desa Kalikebo, Trucuk, Karangpakel, Gaden, dan Planggu. Ketinggian air bervariasi 20 centimeter sampai satu meter," terang Syahruna saat diminta konfirmasi detikJateng.

Di Kecamatan Cawas, sebut Syahruna, ada beberapa desa terdampak. Yaitu Desa Cawas, Plosowangi, Baran, Japanan dan Tlingsing.

"Di Cawas ada Desa Cawas, Plosowangi, Baran, Japanan dan Tlingsing. Di Kecamatan Bayat meliputi Desa Paseban, Kebon dan Wiro dengan ketinggian bervariasi dan di Di Kecamatan Wedi ada Desa Melikan yang tergenang," lanjut Syahruna.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads