Warga Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar diteror dengan kemunculan sosok macan tutul di permukiman warga lereng Gunung Lawu. Macan tutul itu sudah turun gunung dalam beberapa hari terakhir.
Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo mengatakan, macan tutul itu sudah terlihat sejak Sabtu (28/1) malam. Bahkan hingga pagi ini, warga masih melihat sosok macan tutul itu.
"Kemarin siang-siang juga terlihat, ada yang melihat. Di rumah paling pinggir, perbatasan dengan hutan. Iya (hari ini warga juga melihat macan lagi). Ini dari BPBD, BKSDA sudah di lokasi," kata Eko saat dihubungi detikJateng, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pengecekan yang dilakukan BKSDA dengan Forkopimcam Tawangangu, Eko mengatakan jika ditemukan dua jejak satwa liar berukuran 7x8 sentimeter, dan 3x2 sentimeter.
"Dimungkinkan ada dua ekor satwa liar yang masuk ke permukiman warga, besar dan kecil," jelasnya.
Eko mengatakan, ada dua ekor macan Ttutul yang terlihat. Yakni anak dan indukannya. Dilaporkan, sudah ada enam ekor ayam milik warga yang diduga disantap macan tutul tersebut.
"Kemarin ada 6 ekor ayam yang dimakan. Mungkin dia melatih anaknya. Karena ditemukan jejak kaki yang kecil," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak BKSDA menanggapi fenomena munculnya macan tutul tersebut di Dukuh Sendang. Sebab, pagi ini Macan Tutul masih terlihat warga.
"Informasinya tadi pagi macan terlihat lagi dan sudah mendekati permukiman. Kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA," kata Hendro.
Sebagai langkah antisipasi, Hendro mengimbau warga membuat suara berisik, menyalakan obor atau penerangan tambahan pada malam hari, memperkuat kandang ternak, serta meningkatkan ronda malam secara berkelompok.
Hingga kini belum ada keputusan terkait rencana penangkapan. BPBD masih melakukan pemantauan dan menunggu hasil asesmen tim BKSDA di lapangan.
(alg/aku)
