Sibuknya Nasida Ria Saat Ramadan, Garap Iklan Google hingga Skincare

Sibuknya Nasida Ria Saat Ramadan, Garap Iklan Google hingga Skincare

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 03 Mar 2026 03:30 WIB
Grup kasidah Nasida Ria asal Semarang
Grup kasidah Nasida Ria asal Semarang. Foto: Dok. Manajemen Nasida Ria
Semarang -

Grup kasidah asal Semarang, Nasida Ria, mengisi Ramadan tahun ini dengan berbagai kegiatan. Mulai dari manggung rutin hingga menggarap iklan untuk Google sampai produk skincare.

Hal itu disampaikan Manajer Nasida Ria, Mahdi Zuhad. Ia mengatakan, selama bulan suci ini aktivitas Nasida Ria lebih banyak diisi syuting iklan seputar Ramadan bersama sejumlah brand.

"Kalau untuk kegiatan Ramadan kita biasanya memang kebanyakan syuting iklan Ramadan, kampanye-kampanye Ramadan. Kemarin ada sama Google, kemudian juga dengan brand skincare," kata Zuhad saat dihubungi detikJateng, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Nasida Ria juga tetap menjalani agenda manggung seperti biasa di sejumlah acara. Terkait kolaborasi Nasida Ria dengan Google, Zuhad menjelaskan kerja sama tersebut merupakan bagian dari kampanye fitur-fitur di Gemini yang dibalut dengan nilai spiritual.

"Kalau yang kolaborasi sama Google itu sebenarnya campaign-nya produk baru mereka, Gemini. Lebih ke product knowledge saja. Jadi kita mengiklankan bahwa Google Chrome ini bisa untuk berbagai fungsi AI," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dalam kampanye bertajuk 'Gebrakan Ramadan' itu, konsep yang diangkat disesuaikan dengan momentum Ramadan. Mulai dari suasana mudik, bermain game, membuat kegiatan Ramadan seperti ngabuburit dan bukber, hingga aktivitas olahraga selama puasa.

Sementara untuk kegiatan internal, Mahdi menyebut para personel Nasida Ria hanya berkumpul saat latihan di sanggarnya di Gunungpati, Kota Semarang.

"Kalau kita kegiatannya kumpul-kumpul hanya saat latihan. Biasanya seminggu sekali atau dua minggu sekali kita ketemu latihan. Di luar itu, masing-masing di rumah," terangnya.

Suasana Ramadan tahun ini pun berbeda karena diwarnai konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Mahdi pun menegaskan sikap Nasida Ria yang konsisten menolak segala bentuk kekerasan.

"Pastinya kita menolak semua tindakan kekerasan. Serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, yang tentunya bukan hanya menargetkan pemimpin tapi juga berimbas ke anak-anak sekolah. Itu kita tetap di luar politik, tapi menjunjung tinggi perdamaian," tegasnya.

Menurut Mahdi, sikap tersebut sejalan dengan pesan yang kerap disampaikan dalam lagu-lagu Nasida Ria. Ia menyebut tidak hanya lagu 'Perdamaian' yang mengangkat isu global, tetapi juga ada lagu lain seperti 'Sengketa Teluk' dan 'Bom Nuklir'.

"Lagu Perdamaian kan mengkritisi bagaimana kontradiktifnya para pemimpin dunia. Selalu menggaungkan perdamaian tapi di sisi lain melakukan pengeboman, terorisme, intimidasi. Itu kritik umum terhadap perdamaian dan peperangan," jelasnya.

"Terus ada lagu lain yang relevan dengan kondisi di Timur Tengah saat ini, judulnya 'Sengketa Teluk, berkaitan dengan bagaimana kondisi geopolitik yang ada di kawasan teluk. Terus ada juga tentang bom nuklir," sambungnya.

Zuhdi menyebut, lagu-lagu yang dibawakan Nasida Ria memang kerap berkaca dari isu global. Meski banyak lagu dibuat pada era 1980-an, pesan yang disampaikan tetap relevan hingga kini karena konflik pun selalu berulang.

"Konflik itu selalu terulang. Zaman dulu kita tarik intinya, ternyata terulang terus. Jadi lagunya tetap relevan," ujarnya.

Mahdi juga menyampaikan, saat ini para generasi Z mulai banyak mendengarkan lagu-lagu Nasida Ria. Jika generasi Milenial mengerti Nasida Ria dari orang tuanya, menurut Mahdi justru banyak muda-mudi masa kini yang terpapar Nasida Ria dari media sosial.

"Untuk Gen Z yang mendengarkan lagu-lagu kita, terima kasih banyak. Kekuatan lagu itu ada pada liriknya. Musiknya bisa dinikmati, tapi kekuatan utamanya ada di liriknya," kata Mahdi.

"Liriknya itu berisi banyak sekali pesan-pesan baik itu perdamaian, lokal, internasional, dan pesan kebaikan secara umum. Jadi mungkin bisa sekaligus mendengarkan, menikmati musiknya, tapi juga bisa memahami isinya," lanjutnya.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads