Seorang turis asal China jadi sorotan. Ia keluar dari kamar hotel di Pattaya, Thailand, dalam kondisi telanjang karena dirampok ladyboy, atau transgender.
Sebelumnya, korban sebelumnya membawa seorang pekerja seks komersial ke dalam kamarnya. Namun 10 menit kemudian, dia keluar kamar meminta pertolongan sembari menutupi tubuhnya menggunakan satu tangan.
Dilansir detikTravel, pria bugil itu melapor ke resepsionis bahwa dua waria menyerangnya. Dua ladyboy itu kabur dengan membawa uang tunai 10.000 baht dan satu iPhone 15 Pro Max.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari DailyStar Senin (2/3/2026), polisi setempat langsung menggelar penyelidikan di tengah operasi penertiban terhadap aksi kejahatan yang melibatkan kelompok transgender di kawasan resor tersebut.
Salah satu tersangka, Atikhun Mueangmungkhun, ditangkap pada Kamis (26/2) di kamar sewaan yang ditempati bersama empat transgender lainnya. Awalnya, Atikhun membantah terlibat pencurian. Namun, dia tidak berkutik saat diperlihatkan rekaman CCTV, dan mengakui perbuatannya.
Atikhun lantas dijerat dengan dakwaan perampokan di malam hari dengan senjata atau oleh dua orang atau lebih yang bertindak bersama untuk memfasilitasi pencurian atau melarikan diri dengan barang curian.
"Kami menghadirkan bukti dari kamera keamanan dan telepon yang disita dari turis China tersebut, yang berfungsi sebagai bukti yang memberatkan dan menyebabkan dikeluarkannya surat perintah penangkapan. Tersangka menyerah karena bukti yang memberatkan dirinya dan diserahkan kepada petugas penyelidik bersama dengan barang-barang sitaan untuk proses hukum lebih lanjut," ucap Kapten Polisi Assada Jarusombat dari Divisi Polisi Pariwisata 1.
Kasus ini menambah rangkaian insiden serupa yang terjadi di Pattaya dalam beberapa pekan terakhir. Pada Selasa (24/2) seorang waria bernama Fuengfah diduga mencuri 20.000 baht (Rp 9,3 juta) dari turis Korea berusia 46 tahun bernama Kim Sangyul, lalu menyerangnya ketika ditegur.
Sehari sebelumnya, ia juga diduga terlibat dalam penyerangan terhadap turis Jerman, Markus Santl (55). Dan masih terdapat kasuk-kasus lainnya yang kerap terjadi di sana.
Selama ini, Pattaya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama Thailand dengan kehidupan malam yang ramai. Namun serangkaian kasus tersebut dinilai mencoreng citra kota itu sebagai tujuan liburan yang aman bagi wisatawan.
(apu/apl)











































