Rentetan Perampokan di Banyumas, Begini Kata Polisi

Rentetan Perampokan di Banyumas, Begini Kata Polisi

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 25 Feb 2026 15:18 WIB
Hingga kini, polisi menyatakan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Polisi olah TKP kasus perampokan di Sumbang, Banyumas, Selasa (24/2/2026). Foto: Dok Polsek Sumbang
Banyumas -

Satuan Reskrim (Sat Reskrim) Polresta Banyumas masih mendalami kasus perampokan yang terjadi di tiga wilayah dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. Hingga kini, polisi menyatakan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Ardi Kurniawan, mengatakan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) masuk ke wilayah desa, sehingga petugas harus melakukan penyisiran kamera pengawas di sekitar jalur jalan.

"Intinya, saat ini masih tahap penyelidikan. Kemarin karena lokasinya agak masuk ke desa, kami lakukan penyisiran beberapa CCTV. Memang ada rekaman, tetapi bukan tepat di TKP. Kami menyisir di jalur-jalur jalan," kata Ardi saat dimintai konfirmasi, Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil penyisiran tersebut, polisi mengaku sudah memperoleh petunjuk terkait sarana kendaraan yang diduga digunakan pelaku. Petunjuk itu kemudian ditindaklanjuti dengan berkoordinasi lintas wilayah.

"Kami sudah ada petunjuk terkait sarana kendaraan yang digunakan pelaku. Dari situ kami koordinasi dengan beberapa wilayah sekitar Banyumas, seperti Wonosobo dan Banjarnegara," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Terkait adanya tiga peristiwa perampokan yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan di beberapa lokasi, Ardi menyebut pihaknya belum bisa memastikan apakah semuanya dilakukan oleh komplotan yang sama.

"Kalau untuk memastikan komplotan yang sama atau tidak, kami belum bisa menyimpulkan. Di lokasi Limpakuwus misalnya, CCTV sangat minim sehingga kami belum menemukan petunjuk sarana mobil yang digunakan," ungkapnya.

Selain keterbatasan rekaman kamera, perbedaan ciri pelaku juga menjadi bahan pertimbangan penyidik.

"Dari segi bahasa atau logat, yang di Limpakuwus itu logatnya ngapak, jadi cenderung lokal. Sementara pada kejadian sebelumnya ada perbedaan logat. Jadi sampai sekarang belum bisa kami simpulkan itu satu kelompok yang sama," kata Ardi.

Untuk kejadian di Kotayasa, lanjut Ardi, terdapat rekaman CCTV yang memperlihatkan penggunaan kendaraan. Sementara untuk kejadian di wilayah Kebasen, kondisi CCTV di sekitar TKP juga minim karena lokasi berada di area perkampungan.

"Kami tidak hanya mengandalkan IT atau CCTV. Penyelidikan secara manual dan konvensional tetap berjalan, termasuk mendalami jaringan para pelaku," jelasnya.

Terkait kemungkinan keberadaan pelaku, Ardi tidak menutup kemungkinan bahwa komplotan tersebut bergerak ke luar daerah.

"Ada kemungkinan ke luar kota. Bisa jadi mereka kabur ke luar kota, atau justru berpindah ke luar kota untuk mencari target baru," pungkasnya.

Seperti diketahui, wilayah Kabupaten Banyumas dalam kurun waktu satu bulan terakhir marak terjadi perampokan. Terakhir peristiwa ini terjadi pada Selasa (24/2) dinihari di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang.

Pada minggu sebelumnya, komplotan perampokan juga terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen. Di lokasi tersebut bahkan komplotan perampok ini sempat menganiaya korbannya dan menggasak uang tunai lebih dari Rp 7 juta dan sejumlah perhiasan.

Sementara, dua minggu sebelumnya perampokan juga terjadi di wilayah Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang. Di lokasi ini komplotan perampok menggasak uang tunai mencapai Rp 12,4 juta dan tiga unit ponsel.




(alg/apl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads