Kata DLH Solo soal Pegawai PLTSa Putri Cempo Tewas di Mesin Pemilah Sampah

Kata DLH Solo soal Pegawai PLTSa Putri Cempo Tewas di Mesin Pemilah Sampah

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 02 Mar 2026 15:10 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi garis polisi. Foto: Getty Images/D-Keine
Solo -

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho menyebut, petugas yang tewas di mesin pemilah sampah merupakan karyawan dari PT SCMPP PLTSa Putri Cempo. Herwin masih memastikan, korban inisial E (23) meninggal di tempat kejadian atau di perjalanan.

"Iya, mungkin teman-teman sudah dengar ya, ada kecelakaan kerja karyawan PT SCMPP. (Kronologi?) Ini saya mau tanya ke teman-teman yang tahu persis kejadiannya saya mau pastikan apakah meninggalnya di sini atau di perjalanan," katanya ditemui di TPA Putri Cempo, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herwin sendiri mengaku belum mengetahui kronologis meninggalnya petugas pemilah sampah itu. Ia mengatakan bahwa mesin yang digunakan E merupakan mesin pemilahan sampah.

"(Kronologis?) Makanya saya mau tanya teman-teman di Putri Cempo yang tahu kejadiannya karena ini kan di area SCMPP, jadi mungkin apakah sudah koordinasi apa belum. (Mesin yang digunakan?) Mesin proses awal memilah sampah, pemilahan proses produksinya," terangnya.

ADVERTISEMENT

Herwin mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan lagi mengenai proses dan kegiatan para pekerja di TPA Putri Cempo.

"Iya, kita lakukan re-check lagi ya proses apa kegiatan-kegiatan dalam rangka keselamatan kerja pegawai di baik di Putri Cempo maupun di SCMPP coba kita lihat lagi ya, kita re-check lagi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang petugas PLTSa di TPA Putri Cempo tewas di mesin pemilah sampah. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/3) pagi sekira pukul 09.30 WIB.

Dari pantauan detikJateng, Tim Basarnas bersama BPBD dan Damkar melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Korban baru bisa dievakuasi sekira pukul 10.24 WIB.

Salah satu pemulung TPA Putri Cempo, Nur (35) mengatakan dirinya sempat mendengar teriakan dari salah satu rekan korban. Korban sendiri diketahui berinisial E (23).

"Tadi sempat dengar ada teriakan dari teman, tapi korban sudah masuk ke mesin," katanya kepada awak media, Senin (2/3).

Nur mengaku tidak mengetahui kronologi kejadian tersebut. Ia menjelaskan mesin tersebut merupakan mesin pemilah sampah.

"Itu mesin pemilih sampah," ucapnya.

Setelah mengetahui adanya korban yang masuk ke mesin pemilah sampah, teman korban mematikan mesin tersebut. Sayangnya korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia.

"Setelah itu langsung dimatikan mesinnya," jelasnya.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads