Polisi masih mencari keberadaan pasangan suami istri (pasutri) yang mencuri dua motor serta gas LPG 3 kilogram (kg) di Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Polisi telah mengamankan beberapa CCTV untuk melacak keberadaan keduanya.
Hal itu disampaikan Kapolsek Genuk, AKP Rismanto. Ia menyebut, telah mendapatkan laporan terkait pencurian motor di Gebangsari dan proses penyelidikan masih berlangsung.
"Masih dalam penyelidikan. (Ada CCTV yang diamankan? Berapa?) Ada, masih koordinasi dengan penyidik," kata Rismanto melalui pesan singkat kepada detikJateng, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Reskrim Polsek Genuk, Iptu Muchlisin, menambahkan laporan sudah diterima Sabtu (28/2) kemarin. Kini penyidik masih mencari keberadaan pasutri tersebut.
"(Apakah pasutri sudah ditangkap?) Belum, masih penyelidikan," ujarnya saat dihubungi detikJateng.
Ia mengatakan, si istri sempat meminta teman kosnya untuk meminjamkan motor sebelum akhirnya motor dibawa kabur. Sementara si suami menyusul dengan membawa kabur motor penghuni kos lainnya.
"Yang satu itu istrinya pinjam teman kosnya, yang satunya ada motor di kos dibawa juga. Kejadiannya kemarin Sabtu, terus kemarin saya ngecek ke sana," terangnya.
"Kalau yang mencuri tabung gas saya belum belum ada laporan, cuma yang motor itu. Jadi suami istri itu ngekos di Gebangsari," lanjutnya.
Berdasarkan pemeriksaan, pasutri yang diketahui bernama Siti dan Riyan itu sudah tinggal di salah satu kos di Gebangsari itu sekitar beberapa bulan.
"Alamatnya Jawa Timur, baru sebentar, berapa bulan gitu ngekos di sana, terus kerja di tempat laundry," jelasnya.
"Kita masih lidik. Barang-barangnya (pasutri) sudah nggak ada, sudah pergi, sampai kemarin malam saya lacak belum dapat informasi," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi pencurian dua sepeda motor dan gas LPG 3 kilogram (kg) terjadi di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelaku diduga pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan penghuni salah satu kos di wilayah tersebut.
Pemilik laundry tempat pelaku bekerja, Desi (32) mengatakan peristiwa, itu terjadi Sabtu (1/3) siang. Pasutri bernama Siti dan Riyan tersebut diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas di usaha laundry miliknya.
"Biasanya berangkat kerja jam 13.00 WIB siang, tapi ini kok hampir jam 15.00 WIB belum datang. Aku WhatsApp juga nggak dibaca dan nggak dibalas. Ternyata sudah kabur," kata Desi saat dihubungi detikJateng, Minggu (1/3).
Desi menjelaskan, pasutri itu tinggal di kos dekat rumahnya bersama seorang anak perempuan berusia sekitar 4 tahun. Modus pertama dilakukan Siti dengan meminjam motor milik penghuni kos bernama Esty. Pelaku mengatakan hendak mengantar laundry.
"Dia bilang mau pinjam motor sebentar buat antar laundry. Padahal saya nggak pernah menyuruh mengantar laundry," ujarnya.
Motor yang dibawa adalah Honda Beat merah milik Esty. Tak berselang lama, suaminya yang bernama Riyan juga diduga membawa kabur motor Honda Vario warna oranye milik penghuni kos lainnya, bernama Pur.
"Waktu pinjam motor Mbak Esty orang-orang pada bingung, sadarnya gara-gara Pak Pur yang punya motor satunya keluar kamar bilang 'kok motorku hilang?'. Ternyata kamar si pasutri sudah kosong," jelasnya.
(apu/alg)
