Viral Pasutri Nyolong 2 Motor di Semarang, Kabur Usai Kerja di Laundry

Viral Pasutri Nyolong 2 Motor di Semarang, Kabur Usai Kerja di Laundry

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 01 Mar 2026 15:54 WIB
Riyan terduga maling motor di Genuk, Semarang terekam CCTV.
Riyan terduga maling motor di Genuk, Semarang terekam CCTV. Foto: dok. Istimewa/Desi
Semarang -

Aksi pencurian dua sepeda motor dan gas LPG 3 kilogram (kg) terjadi di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelaku diduga pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan penghuni salah satu kos di wilayah tersebut.

Kabar itu viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @kejadiansmg. Tampak pasutri beserta satu anaknya terekam CCTV membawa motor dan gas LPG.

"Pasangan dikei gawean malah maling 2 motor dan tabung gas. Lokasi kejadian di Gebangsari Genuk," tulis akun @kejadiansmg, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik laundry tempat pelaku bekerja, Desi (32), mengatakan peristiwa itu terjadi Sabtu (28/2) siang. Pasutri bernama Siti dan Riyan tersebut diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas di usaha laundry miliknya.

"Biasanya berangkat kerja jam 13.00 WIB siang, tapi ini kok hampir jam 15.00 WIB belum datang. Aku WhatsApp juga nggak dibaca dan nggak dibalas. Ternyata sudah kabur," kata Desi saat dihubungi detikJateng, Minggu (1/3).

ADVERTISEMENT

Desi menyebut pasutri itu tinggal di kos dekat rumahnya bersama seorang anak perempuan berusia sekitar 4 tahun. Modus pertama dilakukan Siti dengan meminjam motor milik penghuni kos bernama Esty. Pelaku mengatakan hendak mengantar laundry.

"Dia bilang mau pinjam motor sebentar buat antar laundry. Padahal saya nggak pernah menyuruh mengantar laundry," ujarnya.

"Sebenarnya Mbak Esti sudah dibilangi sama ibunya, biasanya (pelaku) jalan kaki, kok pinjam motor. Tapi terus sama anaknya tetap dipinjamkan," lanjutnya.

Motor yang dibawa adalah Honda Beat merah milik Esti. Tak berselang lama, suaminya yang bernama Riyan juga diduga membawa kabur motor Honda Vario warna oranye milik penghuni kos lainnya bernama Pur.

"Waktu pinjam motor Mbak Esti orang-orang pada bingung, sadarnya gara-gara Pak Pur yang punya motor satunya keluar kamar bilang 'kok motorku hilang?'. Ternyata kamar si pasutri sudah kosong," jelasnya.

Saat kejadian, Pur disebut baru pulang kos dan tengah melaksanakan salat. Motor diparkir dengan kunci masih terpasang dan dompet serta STNK masih berada di dalam jok.

"Posisinya Pak Pur itu lagi salat, jadi dompet, STNK masih di jok, kuncinya juga masih nempel karena biasanya selesai salat langsung pergi lagi. Malah langsung dibawa," jelas Desi.

Selain dua motor tersebut, kata Desi, tabung gas milik pemilik kos juga hilang dan diduga dibawa oleh pelaku.

"Kayaknya mereka antara sudah direncanakan atau lagi cari kesempatan. Soalnya itu kok benar-benar kompak banget, mungkin sudah mengincar dari awal. Soalnya kalau di tempatku juga pinjam motor, tapi kupinjami motor lama yang sudah jelek, umur 16 tahun," ucapnya.

Desi mengungkapkan pasutri itu mulai bekerja di tempatnya sejak 8 Januari 2026 lalu. Mereka mengaku baru tiga hari tiba di Semarang dan sebelumnya berjualan gorengan namun tidak laku.

"Mereka ngakunya dari Pasuruan. Mereka kalau ngobrol pakai Bahasa Madura," kata Desi.

Selama bekerja, keduanya berstatus buruh harian lepas. Upah mereka langsung dibayar Desi begitu selesai bekerja. Jam kerja 4-5 jam, dan upahnya sebanyak Rp 50 ribu. Jika lebih dari 5 jam maka Rp 70 ribu.

"Awalnya saya mau gaji bulanan atau per 10 hari, tapi mereka tidak mau. Maunya harian, selesai kerja langsung dibayar," terangnya.

Desi juga menyebut sebelumnya sempat kehilangan pakaian di tempat usahanya. Ia lalu memasang CCTV. Sehari setelah mengetahui ada kamera pengawas, pelaku pun disebut menunjukkan gelagat aneh.

"Saya buka laundry sudah 11 tahun, nggak pernah ada yang hilang, paling tertukar tapi balik lagi. Nah itu hilang sebiji-sebiji, berarti kan pelaku orang dalam," katanya.

"Dia kayak tersinggung, bilang berani bersumpah nggak ambil. Setelah saya pasang CCTV, wajahnya nggak enak. Tanya sejak kapan ada CCTV, terus besoknya malah keluar terus malah nyuri motor itu," sambungnya.

Saat ini, keberadaan pasutri tersebut belum diketahui. Desi pun telah melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian Sabtu sore kemarin.

"Langsung sore sudah dilaporkan. Tapi diharapkan bisa di-share (bagikan) wajah pelaku. Supaya memperkecil ruang lingkup. Soalnya mereka nggak pakai helm, kemungkinan nggak jauh," jelasnya.

detikJateng telah mengubungi pihak Polsek Genuk, tetapi hingga berita ditulis, belum ada respons.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads