SPPG Gondangsari Magelang soal Sumber Dana Bukber di Hotel: Full dari Mitra

SPPG Gondangsari Magelang soal Sumber Dana Bukber di Hotel: Full dari Mitra

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 01 Mar 2026 21:53 WIB
Ilustrasi buka bersama pekerja SPPG Gondangsari Pakis Magelang.
Ilustrasi buka bersama pekerja SPPG Gondangsari Pakis Magelang. (Foto: Shutterstock)
Magelang -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondangsari Pakis disorot karena menggelar buka bersama (bukber) di salah satu hotel berbintang di Kota Magelang. Pihak SPPG Kondangsari Pakis mengungkap sumber dana buka bersama itu berasal dari mitra.

"Itu (bukber) wujud apresiasi dari mitra, karena kan bukber ini full dana dari mitra. Wujud apresiasi agar sebelum mereka melaksanakan menu kering. Artinya kan menu kering itu kan susah-susah gampang dalam pengerjaannya,packing, kemudian mengatur menu dan lain sebagainya," kata Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Gondangsari, Ahmad Rifky Prayudhi, saat dihubungi detikJateng, Minggu (1/3/2026).

"Maka untuk biar mereka lebih semangat dalam bekerja di bulan puasa. Kemudian yang kedua, itu juga salah satu cara untuk kita itu mengupdate dan meng-upgrade pejuang kita (pekerja). Jadi biar mereka itu tahu snack hotel itu gini lho. Makanan hotel itu ternyata bukan hanya dari rasa, tapi tampilan lho. Yang kita harapkan itu bisa diaplikasikan dalam membuat menu kering di waktu kita running (tanggal 23 Februari)," sambung Rifky.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Rifky mengungkap momen buka bersama itu digelar pada Sabtu (21/2) atau sebelum menu kering untuk Ramadan diberikan. Meski begitu, video itu baru diunggah beberapa hari kemudian.

Pihaknya juga menjelaskan terkait video pekerja SPPG yang mendapat uang. Rifky menyebut uang itu bersumber dari mitra dan merupakan hadiah dari games.

"Wujud apresiasi kepada para pejuang tadi. Karena ya itu tadi ada yang dari desil 1 sampai 3, kemudian warga pegunungan, maka diapresiasi dengan mereka datang ke hotel. Kemudian dikasih uang dan uang itu juga kita nggak bilang nominalnya gede," ujarnya.

"Itu kan hanya kita buatgamesebenarnya. Tapi, karena video jadi sehingga seolah-olah kita bagi-bagi uang. Padahal itu kita buatgamemana yang bisa menjawab pertanyaan Kemudian mana yang kostum terbaik dan lain sebagainya. Itu saja," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan pada awal pemberian menu kering pada Senin (23/2), pihaknya menyediakan roti cokelat, kacang goreng, abon ayam dan kurma.

"Di tanggal 24 Februari itu, kita mengolah suatu menu dengan basic ketan. Di mana ketan itu kan seyogyanya di daerah ya pakai serundeng dan lain sebagainya. Tapi, karena hasil dari kita buka bersama di hotel, akhirnya kita bisa membuat yang namanya ketan susu dicampur dengan keju," bebernya.

"Dan juga ditanggal 25 Februarinya yaitu kita membuat puding. Puding buah yang bukan hanya murni puding biasa, tapi buahnya dibuat toping demikian rupa dan cantik ala-ala hotel. Sebenarnya itu kenapa kita membuat acara itu," lanjut dia.

SPPG Gondangsari Pakis setiap harinya melayani 2.107 penerima manfaat, baik dari jenjang TK hingga SMP. Pihaknya memastikan hingga sampai saat ini jarang ada komplain dari penerima manfaat.

"Alhamdulillah, kami itu dengan penerima manfaat kita itu jarang sekali ada yang namanya komplain terhadap menu makanan," kata Rifky.

Terkait video buka bersama yang menuai kritik, pihaknya belum mengambil langkah apapun.

"Kami memang belum melakukan langkah apapun. Karena memang kami menunggu teman-teman media yang memang (mau konfirmasi). Jadi memang kami menunggu temen-temen yang dari media yang bonafide untuk konfirmasi ke kita. Karena kalau kemudian kita yang membuat klarifikasi dan lain-lain, kami malah takut blunder," ujar Rikfy.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads