Jembatan di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Klaten ambrol diterjang banjir. Ambrolnya jembatan itu memutus akses dua dusun dan jaringan pipa air bersih program Pamsimas.
"Kejadian sekitar pukul 23.55 WIB tadi malam, Sabtu (28/2). Keadaan hujan tahu-tahu seperti gempa," ungkap warga Dusun Balerejo, Desa Gumul, Mrajak kepada wartawan di lokasi, Minggu (1/3/2026).
Mrajak mengatakan setelah dicek ternyata jembatan ambrol dan kejadian itu langsung dilaporkan ke pemerintah desa dan pengelola Pamsimas. Jembatan itu menghubungkan beberapa dusun dalam satu desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menghubungkan beberapa dusun satu desa. Dusun Balerejo, Tlatar, Banjarejo dan Geneng. Ini Pamsimas tiga RT juga mati, ya gimana belum tahu nanti gimana," kata Mrajak.
"Ya rencananya mau dipasang sling untuk narik paralon air sementara. Ini kan lama bisa 3-4 bulan bangunnya," imbuhnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan jembatan penghubung Dusun Balerejo dan Geneng itu sementara ditutup. Selain akses jalan, akses air bersih terdampak.
"Air bersih terdampak karena pipa Pamsimas melekat di jembatan ikut rusak sehingga ada 3 RT, yaitu RT 13,14, dan 15 dengan 120 KK juga terdampak," jelas Syahruna kepada awak media saat mengecek lokasi.
Jika pipa air belum bisa dibenahi, terang Syahruna, rencananya BPBD mulai hari ini akan dropping air RT terdampak. Panjang jembatan sekitar 20 meter.
"Panjang sekitar 20 meter, lebar 2 meter dan tinggi 10 meter. Tadi malam hujan deras sehingga banjir mengerosi jembatan," imbuhnya.
Terpisah, Pamapta 3 Polres Klaten, Ipda M Irfan Dwi Prasetyo, menambahkan tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Jembatan merupakan akses sekolah warga.
"Jembatan akses sekolah dan pertanian. Dari keterangan jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1995 secara swadaya," jelas Irfan.
