Forum Civitas Akademika Universitas Boyolali (UBY) melakukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut peninjauan pengangkatan Rektor UBY periode 2026-2030.
"Berkaitan dengan aksi dari teman-teman Forum Civitas Akademika Universitas Boyolali untuk perubahan, yang menyatakan mogok kerja mulai tanggal 26 Februari (2026) kemarin, kami dari Senat menghargai aspirasi itu dan aspirasi itu juga seiring dengan mosi tidak percaya yang kami sampaikan," kata Ketua Senat Akademika UBY, Purwadi, kepada wartawan Jumat (27/2/206).
Purwadi menyatakan, Senat menghargai aspirasi dari Civitas Akademika UBY untuk mengawal mosi tidak percaya yang disampaikan Senat Universitas pada saat pelantikan Rektor baru UBY pada 11 Februari 2026 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu dosen UBY, Topan Setiawan, mengatakan mogok kerja itu mulai tanggal 26 Februari hingga menunggu keputusan dari audiensi dengan pihak Pembina Yayasan pada tanggal 3 Maret 2026 nanti. Forum dosen dikatakan juga ikut mogok kerja.
"Nanti tanggal 3 Maret ada audiensi dengan Pembina (Yayasan). Sampai kapan mogoknya, nunggu keputusan rapat nanti, audiensi tanggal 3 Maret nanti," katanya saat dihubungi wartawan melalui telepon.
Dikemukakan dia, Civitas Akademika melakukan mogok kerja karena merasa suaranya tak didengar. Mosi tidak percaya yang dilayangkan pihak Senat.
"Karena suara senat tak didengar. Mosi tidak percaya dianggap angin lalu. Kemarin mengajukan lagi untuk audiensi dengan pembina," imbuhnya.
Menurut dia, hampir semua dosen ikut mogok. Termasuk dirinya sebagai dosen di Fakultas Komunikasi dan Teknologi Informasi (FKTI) UBY. Namun pihaknya mengaku tetap memberikan layanan kepada mahasiswa, seperti pengajuan proposal skripsi.
"Tapi tidak di kampus," kata Dekan FKTI UBY ini.
Dia menyatakan, untuk Prodi Ilmu Komunikasi hari ini tidak ada perkuliahan.
Tanggapan Ketua Yayasan-Rektor Baru
Ketua Yayasan Bhinneka Karya, Indriyatmoko, menyatakan persoalan tersebut saat ini sedang diselesaikan secara internal. Pihaknya berharap aksi tersebut tidak sampai merugikan para mahasiswa.
"Ini (pengangkatan Rektor) ranahnya di pembina. Tapi kalau hari ini saya lihat tadi, laporan dari Bu Rektor kayaknya pada masuk (kerja). Memang ada beberapa yang nggak masuk, mungkin kemarin masih kurang cocok, ya monggo saja," kata Indriyatmoko dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
"Nanti ini sedang kita selesaikan di internal, seperti apa nanti. Ya mudah-mudahan, yang penting bagi kami tidak merugikan mahasiswa," sambung dia.
Sementara itu Rektor UBY, Nanik Sutarni, menyatakan kegiatan perkuliahan di UBY hari ini tetap berjalan. Menurutnya masih banyak dosen yang tetap masuk.
"Nggak ada apa-apa, itu kuliah ada di sini tadi, bahasa Inggris masuk semua. Ini dosen-dosen di depan saya banyak. Yang tidak masuk cuma beberapa orang saja," kata Nanik.
Sebelumnya, acara pelantikan Rektor Universitas Boyolali (UBY) juga sempat diwarnai unjuk rasa dari para mahasiswanya, Rabu (11/2). Para mahasiswa menuntut pembatalan rektor terpilih.
Meski diwarnai demo mahasiswa, pelantikan tetap digelar di Grha Amarta Universitas Boyolali. Dr. Nanik Sutarni, SH MH kembali dilantik sebagai Rektor UBY masa bakti 2026-2030.
(aku/dil)
