Jalan Nganguk-Pentil Rembang Nyaris Putus gegara Ambles

Lapur Lur

Jalan Nganguk-Pentil Rembang Nyaris Putus gegara Ambles

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Jumat, 27 Feb 2026 12:06 WIB
Kondisi terkini Jalan Nganguk-Pentil di Desa Gunubgsari, Kaliori, Rembang, Jumat (27/2/2026).
Kondisi terkini Jalan Nganguk-Pentil di Desa Gunubgsari, Kaliori, Rembang, Jumat (27/2/2026). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Kondisi Jalan Nganguk-Pentil di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang ambles. Kerusakan yang terjadi cukup parah, dengan kedalaman hampir mencapai satu meter dengan panjang kurang lebih 20 meter.

Pantauan di lokasi pada hari ini menunjukkan bekas urukan tanah di titik yang ambles. Namun, perbaikan tersebut tak mampu bertahan lama. Tanggul beton penahan tanah di tepi parit atau sebelah barat jalan juga terlihat ambrol dan bergeser dari posisi semula.

Akibatnya, kendaraan roda empat harus bergantian saat melintas di jalur tersebut. Jalan yang menghubungkan Dukuh Nganguk dengan Dukuh Pentil di Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori ini, meski bukan satu-satunya akses menuju wilayah Rembang Kota atau kawasan Kota, jalur ini menjadi penghubung penting bagi sejumlah desa di Kecamatan Kaliori. Alternatif jalan lain memang tersedia, tetapi jarak tempuhnya lebih jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pengguna jalan, Marwan, mengatakan amblesnya jalan tersebut sudah terjadi lebih dari satu bulan. Amblesnya jalan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.

"Ini ambrol sudah sebulanan lebih kayaknya, pas hujan besar itu. Dulu sudah pernah ambles juga terus diperbaiki, tapi sekarang ambles lagi. Kayaknya sudah beberapa kali seperti ini. Dulu malah sempat retak-retak parah di tengah jalan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kondisi tanah di sekitar lokasi diduga labil karena berada di samping parit.

"Memang tanahnya kayaknya labil, soalnya sebelahnya ini kan kali (parit). Kalau terganggu ya terganggu karena tidak bisa lancar dilalui. Tapi masih bisa dilewati, cuma harus hati-hati. Apalagi roda empat harus gantian kalau lewat," tambahnya.

Hal serupa disampaikan Khoirul, warga setempat. Ia menyebut kondisi ambles sudah berlangsung sekitar satu bulan dan kerap terulang.

"Sudah sebulanan ini kondisinya ambles. Sering kayak gini, dulu retak-retak terus ambles. Sudah diperbaiki, balik lagi. Membahayakan kalau pas malam, soalnya gelap tidak ada penerangannya. Beberapa kali ada pengendara yang jatuh karena tidak tahu ada jalan ambles karena gelap malam-malam," ungkap Khoirul.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menjelaskan jalan tersebut sebelumnya sudah pernah diperbaiki. Namun pada pertengahan Januari kembali ambles.

"Memang sebelumnya sudah diperbaiki, tapi pertengahan Januari kemarin ambles lagi. Faktor tanah yang labil atau tanah gerak," jelas Nugroho.

Ia memastikan pada tahun ini pemerintah daerah kembali menganggarkan penanganan untuk ruas jalan tersebut.

"Tahun ini akan ditangani lagi. Menunggu cuaca membaik. Sudah dianggarkan sekitar Rp 440 juta di anggaran induk. Penanganan tanggul sekaligus termasuk penanganan jalannya," pungkasnya.




(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads