Polisi masih mendalami kasus penembakan rumah Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah, di Pekalongan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK). Sudah 12 CCTV yang diperiksa polisi.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Anwar Nasir. Pemeriksaan CCTV dilakukan untuk mengetahui identitas OTK tersebut.
"Sekitar 12 CCTV yang sudah kita telusuri juga. Sementara kami masih terus mendalami CCTV yang lain untuk mendapatkan identitas pelaku ataupun identitas kendaraan tersebut," kata Anwar kepada awak media di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwar menyebut tetangga korban tidak mengenali pelaku penembakan rumah tersebut. Selain itu, pemeriksaan CCTV juga terkendala kondisi cuaca dan resolusi yang kurang maksimal.
"Dari CCTV yang diperiksa, tetangga sekitar itu nggak mengenali orang yang (melakukan penembakan). Sementara masih terkendala beberapa CCTV karena suasananya malam dan agak gerimis, resolusinya agak kurang," ujar Anwar.
Anwar menyampaikan identitas pelaku masih belum diketahui hingga saat ini. Pihaknya juga telah memeriksa sembilan orang saksi, termasuk orang yang melihat pelaku keluar dari rumah.
"Belum (diketahui identitas pelaku). Sudah sembilan orang saksi (yang diperiksa), (yaitu) korban sendiri, Pak BM, kemudian ada tamunya saat itu (inisal) A, kemudian ada beberapa anaknya dari korban di sekitar lokasi itu, kemudian juga saksi yang melihat kendaraan keluar dari rumah korban," tutur Anwar.
Anwar juga mengungkapkan pelaku penembakan menggunakan senjata api (senpi) dengan peluru timah. Namun, ia belum bisa mengungkapkan senpi yang digunakan karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik (labfor).
"Kami masih menunggu hasil labfor penggunaan senjata api karena peluru yang didapatkan itu berupa timah dan tidak ditemukan selongsong," beber Anwar.
"(Peluru) ditembakkan pasti ya dari senpi, hanya senpinya jenis apa, ini dari penyidik masih menunggu dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik, labfor," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di rumah Amat Muzakhim (55) alias Boim, Warga Dukuh Capgawen, Kedungwuni Timur, Kedungwuni, Pekalongan, Sabtu (14/2) sekitar pukul 21.10 WIB.
Saat itu Boim yang merupakan suami anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah, sedang duduk di teras rumahnya bersama rekannya. Beruntung, pelurunya tidak mengenai Boim.
(apu/dil)











































