Doa Malam ke-8 Ramadan: Memohon Dikelilingi Orang Baik dan Kelembutan Hati

Doa Malam ke-8 Ramadan: Memohon Dikelilingi Orang Baik dan Kelembutan Hati

Angely Rahma - detikJateng
Rabu, 25 Feb 2026 15:18 WIB
Berikut ini bacaan doa yang dapat diamalkan pada malam ke-8 Ramadan.
Ilustrasi berdoa di malam ke-8 Ramadhan. Foto: chatGPT
Solo -

Umat Islam kini telah memasuki Ramadan hari kedelapan. Setiap hari di bulan suci ini menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah dan doa, termasuk mengamalkan doa harian Ramadan yang sarat makna dan harapan.

Adapun doa Ramadan malam ke-8 berisi permohonan kepada Allah SWT agar dianugerahi kelembutan hati, rasa kasih sayang kepada anak-anak yatim, semangat berbagi, serta dipertemukan dengan orang-orang yang berakhlak mulia. Nilai-nilai tersebut mencerminkan karakter seorang Muslim yang menerapkan hablum minallah dan hablum minannas.

Bagi detikers yang ingin mengamalkan doa Ramadan malam ke-8, berikut ini bacaan lengkapnya dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya. Yuk, disimak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Doa Malam ke-8 Ramadan

Berikut bacaan doa malam ke-8 Ramadan dikutip dari buku Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadhan karya Nurhayati, MA.

ADVERTISEMENT

بسم الله الرحمن الرحيم

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيْهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ، وَاطْعَامَ الطَّعَامِ ، وَافْشَاءَ السَّلَامِ، وَصُحْبَةَ الْكِرَامِ، بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَا الْأَمِلِينَ

Arab latin:

Allâhummarzuqnî fîhi rahmatal aytâm, wa ith'âmath tha'âm, wa ifsyâas salâm, wa shuhbatal kirâm, bithawlika ya Malja-al âmilîn.

Artinya:

"Ya Allah, karuniakan kepadaku di dalamnya rasa sayang kepada anak-anak yatim, kemampuan memberi makan, menebarkan salam dan berteman dengan orang-orang yang berakhlak mulia dengan kemurahan-Mu wahai tempat bersandar para pengharap."

Makna Doa Malam ke-8 Ramadan

Doa ini mengandung permohonan yang cukup luas terutama dalam aspek sosial di kehidupan seorang Muslim.

Pertama, permohonan agar diberi kasih sayang dan rahmat kepada anak-anak yatim. Perasaan tersebut bukan hanya iba, tapi juga kelembutan hati yang mendorong kepedulian kepada anak-anak yang kehilangan pelindung.

Kedua, permintaan agar dimampukan untuk memberi makan. Harapan ini memiliki makna yang luas, mencakup semangat berbagi rezeki, membantu yang membutuhkan, serta membangun kepedulian sosial terlebih di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Ketiga, doa agar mampu menebarkan salam. Salam bukan hanya ucapan, tetapi simbol doa keselamatan, kedamaian, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Keempat, memohon agar dikelilingi dan dipertemukan dengan orang-orang yang mulia akhlaknya. Lingkungan yang baik akan menjaga iman, memperbaiki karakter, dan menguatkan langkah dalam kebaikan.

Secara keseluruhan, doa malam ke-8 Ramadan ini mengajarkan bahwa kesalehan tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sosial. Seorang Muslim yang baik adalah pribadi yang penyayang, dermawan, membawa kedamaian, dan hidup dalam lingkungan yang penuh kebaikan.

12 Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

Menurut buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah SWT karya Muhammad Syafi'ie el-Bantanie dan Badan Amil Zakat Nasional, terdapat sejumlah waktu istimewa ketika doa lebih mudah dikabulkan. Di antara waktu-waktu tersebut, Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar.

1. Sepanjang Durasi Berpuasa (Khusus di Bulan Ramadan)

Banyak yang tidak menyadari bahwa status 'mustajab' melekat pada diri seorang mukmin selama ia masih dalam keadaan berpuasa. Sejak fajar hingga terbenam matahari, setiap doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Secara fisik, saat perut lapar dan tenggorokan terasa kering, di situlah letak ujian keikhlasan. Ketika tubuh melemah, kekuatan spiritual sedang berada di puncaknya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Ahmad:

"Tiga orang yang doanya tidak tertolak adalah: doa orang berpuasa sampai ia berbuka; pemimpin yang adil; dan orang yang dizalimi."

Hadits ini menegaskan bahwa sepanjang hari di bulan Ramadan, seorang Muslim seharusnya memperbanyak dzikir dan doa, bukan hanya menahan lapar dan haus.

2. Waktu Sahur (Ramadan)

Waktu sahur bukan sekadar momen makan sebelum subuh, karena rentang waktu dari tengah malam hingga menjelang fajar adalah saat yang sangat sakral.

Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman:

"Siapa saja yang berdoa akan Aku kabulkan; siapa saja yang memohon ampunan niscaya akan Aku ampuni. Siapa yang meminta, maka akan Kuberi."

Ibnu Hajar dalam kitab Fath Al-Bari menjelaskan bahwa doa dan istighfar di waktu sahur sangat mudah dikabulkan. Karena itu, sahur sebaiknya tidak hanya diisi dengan makan, tetapi juga doa dan istighfar.

3. Detik-Detik Menjelang Berbuka (Ramadan)

Menjelang berbuka adalah salah satu momen paling mustajab di bulan Ramadan. Dalam penjelasan Tuhfah Al-Ahwadzi, doa pada saat berbuka sangat mudah dikabulkan karena seorang hamba telah menyelesaikan ibadah puasanya dengan penuh ketundukan dan kesabaran.

Kondisi hati yang syukur dan pasrah inilah yang menjadi sebab doa lebih mudah diijabah. Sebelum membatalkan puasa, luangkan waktu sejenak untuk berdoa dengan sungguh-sungguh.

4. Sepanjang Bulan Ramadan

Secara umum, seluruh bulan Ramadan adalah waktu mustajab untuk berdoa. Sebuah hadits menyebutkan salah satu keutamaan Ramadan adalah wa ad-da'awat mustajabatun (doa-doa dikabulkan). Tidak heran jika umat Islam memperbanyak ibadah, sedekah, dan doa sepanjang bulan suci ini.

5. Malam Lailatul Qadar

Diantara malam-malam Ramadan, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar. Para ulama menyebut malam ini berada di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Aisyah ra. pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang dibaca jika bertemu malam tersebut. Rasulullah menjawab:

"Ucapkanlah, Ya Allah Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, dan mencintai permohonan maaf, maka maafkanlah aku." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Nasa'i)

6. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir merupakan salah satu waktu paling istimewa untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan bahwa setiap malam Allah turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Pada waktu itu Allah berfirman,

"Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun akan Aku ampuni."

Waktu ini identik dengan qiyamul lail, tahajud, dan munajat dalam kesunyian malam. Ketika kebanyakan manusia terlelap, seorang hamba bangun dengan hati yang lebih jernih dan fokus. Keheningan malam membuat doa lebih khusyuk dan penuh pengharapan.

7. Antara Azan dan Iqamah

Waktu antara azan dan iqamah juga termasuk saat mustajab untuk berdoa. Menurut hadits riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut tidak akan ditolak.

Momen ini adalah masa persiapan sebelum berdiri menghadap Allah dalam sholat. Secara spiritual, hati sedang berada dalam kondisi siap beribadah. Karena itu, dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan waktu singkat tersebut hanya dengan diam, melainkan mengisinya dengan doa dan zikir.

8. Saat Sujud

Sujud adalah posisi paling dekat antara seorang hamba dengan Allah. Dalam sujud, seseorang meletakkan bagian paling mulia dari tubuhnya, yakni wajah ke tanah sebagai simbol kerendahan dan kepasrahan total.

Karena kedekatan itulah, sujud menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, baik dalam sholat maupun di luar sholat. Doa pada saat sujud mencerminkan puncak ketundukan dan penghambaan, sehingga lebih mudah menyentuh rahmat Allah.

9. Setelah Sholat Fardhu

Setelah menunaikan sholat fardhu lima waktu, seorang Muslim berada dalam kondisi spiritual yang bersih dan tenang. Menurut riwayat Tirmidzi dan Nasa'I, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa yang paling didengar adalah pada sepertiga malam terakhir dan setelah selesai sholat fardhu.

Karena itu, para ulama menganjurkan untuk tidak langsung beranjak setelah salam, melainkan meluangkan waktu sejenak untuk berzikir dan berdoa. Dalam kondisi hati yang baru saja bermunajat dalam sholat, doa lebih mudah diangkat dan diijabah.

10. Hari Jumat

Hari Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Di dalamnya terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim berdoa, maka doanya akan dikabulkan.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Muslim dan Abu Dawud, waktu tersebut berada antara duduknya khatib di antara dua khutbah hingga selesai sholat Jumat. Karena itu, hari Jumat menjadi momentum penting untuk memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan kebaikan dunia serta akhirat.

11. Waktu Lain yang Doanya Diijabah

Selain waktu-waktu yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat sejumlah waktu lain yang juga disebut mustajab untuk berdoa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim. Berikut diantaranya:

  • Pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah)
  • Sesudah berwudhu
  • Ketika berbaris menuju medan perang
  • Dalam pertempuran di medan perang
  • Di akhir tiap-tiap sholat fardhu (ada yang berpendapat sesudah salam dan ada pula sebelum salam)
  • Ketika sedang membaca Al-Quran
  • Setelah tamat membaca Al-Quran
  • Ketika imam membaca "Walad dhaalliin"
  • Ketika meminum air zam-zam
  • Saat ayam jantan berkokok di waktu pagi buta
  • Saat berkumpulnya kaum muslimin
  • Ketika berkumpul untuk berdzikir
  • Ketika menutupkan mata orang yang telah meninggal dunia
  • Di waktu turun hujan
  • Saat dalam perjalanan
  • Saat sedang terzalimi
  • Di waktu tergelincir matahari pada hari Rabu

Demikian bacaan doa malam ke-8 Ramadan beserta makna dan waktu-waktu mustajab untuk memanjatkannya. Semoga Allah SWT mengabulkan setiap doa, melembutkan hati kita untuk semakin peduli dan dermawan, serta mempertemukan kita dengan lingkungan yang penuh kebaikan.

Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(par/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads