Doa Kamilin Tarawih Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa Kamilin Tarawih Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Anindya Milagsita - detikJateng
Senin, 23 Feb 2026 18:15 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang berdoa.
Ilustrasi doa setelah sholat Tarawih. (Foto: Freepik/jcomp)
Solo -

Setelah menyelesaikan sholat Tarawih di bulan Ramadan, terdapat doa kamilin yang bisa diamalkan oleh setiap muslim. Doa kamilin berisikan permintaan atau harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa kamilin lengkap.

Apa itu doa kamilin? Menukil dari buku 'Kumpulan Kultum Terlengkap & Terbaik Sepanjang Tahun' tulisan AR Shohibul Ulum, doa kamilin adalah sebuah doa yang biasa dibaca usai menunaikan sholat Tarawih. Nama 'kamilin' sendiri diambil dari kalimat awal yang dipanjatkan dalam doa tersebut.

Di dalam doa kamilin ada sekitar 24 permintaan dan harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Kendati begitu, pengamalan doa kamilin masih memicu adanya perbedaan pandangan di kalangan jumhur ulama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

H Brilly El-Rasheed, SPd dalam bukunya bertajuk 'Tutorial Shalat Bagi Jama'ah 'Umrah & Haji', doa kamilin termasuk doa yang populer atau bahkan lazim dibaca oleh kaum muslim selepas ibadah Tarawih. Kendati begitu, doa kamilin dianggap sebagai lantunan doa yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun, doa kamilin juga bukan bi'dah dhalalah.

Bagi kaum muslim yang hendak mengamalkan doa kamilin sesudah sholat Tarawih, berikut bacaan lengkapnya.

ADVERTISEMENT

Poin Utamanya:

  • Doa kamilin diamalkan setelah sholat Tarawih sebagai bentuk penyempurna ibadah Ramadhan.
  • Isi doa kamilin menegaskan harapan agar kaum muslim diterima amalnya, diridhoi oleh Allah, dijauhkan dari api neraka, serta digolongkan bersama orang-orang saleh di akhirat kelak.
  • Doa setelah sholat Witir menjadi penutup ibadah malam dengan permohonan iman yang istiqamah, hati yang khusyuk, ilmu bermanfaat, amal saleh, serta penerimaan seluruh puasa dan ibadah yang telah dikerjakan.

Doa Kamilin Tarawih Lengkap

Doa kamilin biasanya diamalkan oleh kaum muslim setelah sholat Tarawih. Sebagai sholat sunnah yang hanya dapat dijumpai di bulan Ramadan, Tarawih penuh dengan keutamaan. Dinukil dari 'Buku Pintar Shalat' karya M Khalilurrahman Al Mahfani, berdasarkan riwayat dari Abu Huraiah r.a. yang menuturkan Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
(رواه الجماعة عن أبي هريرة)

Man qaama ramadhaana iimaanan wah tisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbihi.

Artinya: "Siapa yang melaksanakan qiyamu ramadhan (shalat Tarawih) karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Jamaah dari Abu Hurairah).

Mengingat keutamaan Tarawih mampu mendatangkan pahala berlipat dari Allah SWT, salah satu cara menyempurnakan ibadah tersebut adalah banyak-banyak berdoa kepada-Nya. Termasuk mengamalkan doa kamilin. Masih mengacu dari buku yang sama, yaitu 'Tutorial Shalat Bagi Jama'ah 'Umrah & Haji', berikut bacaan doa kamilin Tarawih lengkap:

اللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِي الآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِينَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ. وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ. وَمِنْ حُوْرِعِيْنِ مُتَزَوجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِّسِينَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفِّى شَارِبِينَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنِ. مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولِئِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا. اللهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِينَ. وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allâhummaj'alna bil îmâni kâmilîn. Wa lil faraidli muaddin. Wa lish-shlâti hafizhîn. Wa liz-zakâti fâʻilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlin. Wa fid-dunya zâhdîn. Wa fil 'akhirati râghibîn. Wa bil-qadla'l râdlin. Wa lin na'ma'l syâkirîn. Wa 'alal bala'i shâbirîn. Wa tahta lawâ'i muhammadin shallallahu 'alaihi wasallam yaumal Qiyâmati sâ'irîna wa ilal haudhi wâridîn. Wa ilal jannati dakhilîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati akilin. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Bi akwabin wa abârîqa wa ka'sin min ma în. Ma'al ladzina an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddiqîna wasy syuhada'i wash shalihîna wa hasuna ulâ'ika rafiqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman. Allâhummaj'alnâ fi hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubarakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. Wa shallallahu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar rahimîn wal hamdulillahi rabbil 'âlamîn.

Artinya: "Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Doa Setelah Sholat Witir Lengkap

Setelah menunaikan sholat Tarawih di bulan Ramadan, beberapa kaum muslim bakal langsung melanjutkannya dengan sholat sunnah Witir. Meskipun begitu, sholat Witir sebenarnya tidak hanya bisa dikerjakan di bulan Ramadan saja, tapi juga malam-malam hari yang lain.

Sama halnya dengan Tarawih, terdapat keutamaan sholat Witir yang bisa diraih oleh setiap muslim. Salah satunya sebagai sebuah amalan yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW kepada umat beliau.

Di dalam buku 'The Miracle Of Night Shalat Tahajjud' karya Ustadz Hasan Albany, diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. yang menuturkan:

"Kekasihku Rasulullah, mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat Dhuha, dan sholat Witir sebelum tidur." (HR. Jamaah)

Usai mengerjakan sholat Witir, baik di bulan Ramadan maupun waktu-waktu yang lain, kaum muslim dapat mengakhirinya dengan bacaan doa tertentu. Salah satunya seperti yang disampaikan dalam buku 'Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas III' tulisan Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib, yang meringkas bacaan doa setelah sholat Witir:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِينَا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا ، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ، اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخْشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمَّمْ تَقْصِيرُنَا يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى خَيْرٍ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allahumma innā nas'aluka īmānan dā'iman, wa nas'aluka qalban khāsyi'an, wa nas'aluka ilman näfi'an, wa nas'aluka yaqinan şadiqan, wa nas'aluka 'amalan şālihan, wa nas'aluka dinan qayyiman, wa nas'aluka khairan kašīran, wa nas'alukal-'afwa wal-'afiyah, wa nas'aluka tamāmal-'afiyah, wa nas'alukasy syukra 'alal 'afiyah, wa nas'alukal-ginā'a 'anin-nās, allāhuma rabbanā taqabbal minnā salātanā wa şiyāmanā wa qiyāmanā wa takhusyu'anā wa tadarru'anā wa ta'abbadudanā wa tammim taqṣīranā yā allāhu yā allāhu yā allāhu yā arhamar-rahimin, wa sallallahu 'ala khairin khalqihi muhammadin wa 'alā ālihi wa şahbihi ajma'in, wal-hamdulillāhi rabbil-'alamin.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami mohon kepada-Mu, keimanan yang langgeng; kami mohon kepada- Mu, hati yang khusyu'; kami mohon kepada-Mu, keyakinan yang sejati, kami mohon kepada-Mu, agama yang lurus; kami mohon kepada-Mu, ilmu bermanfaat; kami mohon kepada-Mu, amal shalih; kami mohon kepada-Mu, kebaikan yang melimpah; kami mohon kepada-Mu, kesehatan yang paripurna; kami mohon kepada-Mu, bersyukur atas kesehatan; kami mohon kepada- Mu, mandiri dari manusia. Wahai Tuhan kami, mohon terimalah shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, khusyu' kami, rendah diri kami, ibadah kami, mohon sempurnakan kekurangan kami dan mohon jangan lemparkan itu semua ke wajah kami (yakni tertolak), ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Tuhan kami dan Tuhan semesta alam, wahai sebaik-baik penolong; semoga Allah menganugerahkan rahmat yang agung kepada makhluk-nya yang terbaik, (Nabi) Muhammad keluarga dan shahabat beliau sekalian; segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Dengan memahami doa kamilin Tarawih dan doa setelah sholat Witir dapat menjadi acuan bagi kaum muslim dalam memaksimalkan kembali ibadah di bulan suci Ramadan. Terlebih lagi mengerjakan sholat sunnah Tarawih dan Witir dipenuhi dengan keutamaan.

FAQ

Apa maksudnya dengan doa kamilin setelah sholat Tarawih?

Doa kamilin adalah doa yang biasa dibaca setelah sholat Tarawih di bulan Ramadhan. Disebut 'kamilin' karena diawali dengan permohonan agar menjadi hamba yang sempurna imannya, serta berisi rangkaian harapan kebaikan dunia dan akhirat.

Apakah membaca doa kamilin wajib setelah sholat Tarawih?

Doa kamilin bersifat sunnah dan pelengkap ibadah. Jika tidak dibaca, sholat Tarawih tetap sah dan berpahala.

Apakah doa kamilin diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW?

Doa kamilin tidak secara khusus diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun, doa ini bukan termasuk bid'ah dhalalah, melainkan doa yang berisi permohonan kebaikan dan lazim diamalkan oleh umat Islam setelah Tarawih.

Tonton juga Video: Ramadan dan Etika Bermedia Digital

(anm/dil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads