2 Kecamatan di Klaten Diterjang Angin Kencang, Atap Berterbangan

2 Kecamatan di Klaten Diterjang Angin Kencang, Atap Berterbangan

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 25 Feb 2026 13:17 WIB
Atap galvalum di parkiran makam Ki Ageng Perwito, Ngreden, Wonosari diterbangkan angin.
Atap galvalum di parkiran makam Ki Ageng Perwito, Ngreden, Wonosari diterbangkan angin. (Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Wonosari dan Juwiring, Kabupaten Klaten. Sejumlah atap bangunan rusak dan pohon tumbang.

Pantauan detikJateng, di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, atap galvalum sekitar 3x15 meter di parkiran makam ulama Ki Ageng Perwito terbang ke sungai. Satu pohon tumbang dan satu atap rumah warga rusak.

Di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, atap galvalum di Masjid Baiturrahman terhempas. Dua warung di tepi jalan atapnya juga rusak diterjang angin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah pohon trembesi ambruk di Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring dan satu tiang listrik miring. Tidak dilaporkan adanya korban luka di dua wilayah tersebut dan langsung ditangani relawan bersama warga.

"Angin kencang dulu bersama mendung baru setelah itu hujan. Anginnya meliuk," ungkap warga Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Sri Rejeki (50) kepada detikJateng di lokasi, Rabu (25/2/2026) siang.

ADVERTISEMENT

Dijelaskan Sri, angin bertiup dari selatan sekitar pukul 10.30 WIB. Berhembus cepat menumbangkan pohon-pohon pisang di kebunnya.

"Pohon pisang saya banyak roboh, padahal belum sempat panen. Pohon tumbang satu di RW 5 tapi tidak ada yang kena," katanya.

Warga Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Haryanto menyatakan angin menakutkan sebab mendung gelap dan kencang. Atap rumahnya rusak.

"Rumah saya cuma genteng di belakang, atap masjid yang untuk buka bersama dan atap warung-warung juga diterbangkan angin," jelas Haryanto.

Menurut Camat Juwiring, Nindyarini Budi Wardhani di wilayah ada pohon tumbang dan tiang listrik PLN. Tidak ada laporan korban luka.

"Tidak ada yang luka. Kita sudah koordinasi dengan PLN dan pohon tumbang sudah ditangani relawan," jelas Nindya saat diminta konfirmasi detikJateng.



(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads