Jasad Korban Terakhir Sigra Vs KA di Grobogan Sempat 'Hilang' 8 Jam

Jasad Korban Terakhir Sigra Vs KA di Grobogan Sempat 'Hilang' 8 Jam

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 25 Feb 2026 11:22 WIB
Kecelakaan mobil tertabrak KA di perlintasan manual Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Selasa (23/2/2026) malam.
Kecelakaan mobil tertabrak KA di perlintasan manual Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Selasa (23/2/2026) malam. Foto: Dok Polres Grobogan
Grobogan -

Tiga orang tewas dalam kecelakaan mobil Sigra tertabrak KA Pandalungan di perlintasan KA manual Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan pada Selasa (24/2/2026). Jenazah korban terakhir ditemukan sekitar delapan jam setelah dua jenazah lainnya dievakuasi.

Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengatakan peristiwa kecelakaan maut itu terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 23.05 WIB dan ditemukan dua korban yang tewas.

"Korban meninggal dunia yaitu pengemudi bernama Endri Prasetiyo (41), alamat Desa Bantrung RT 3 RW 1, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara dan penumpang Hany Puji Sulistyo (34), alamat Perum Pondok Randu Gede RT 4 RW 3, Desa Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara," kata Arif saat dimintai konfirmasi detikJateng, Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah petugas melakukan evakuasi kedua korban itu, Arif menyebut pihak keluarga datang ke kantor polisi dan menyampaikan bahwa mobil yang terlibat kecelakaan berisi tiga orang. Petugas kemudian kembali melakukan pencarian.

"Ditemukan pagi ini sekira jam 07.30 WIB. Jadi keluarga ada yang datang ke Polsek, ternyata mereka itu (pergi) bertiga, jadi dicari lagi," ujar Arif.

ADVERTISEMENT

Korban ketiga diketahui adalah penumpang mobil bernama Muhammad Rifqi Rahardian (41). Ia beralamat di RT 4 RW 3 Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.

Arif menuturkan korban ditemukan di area persawahan, sekitar 50 meter dari posisi mobil usai ditabrak. Ia menduga korban semula hendak lompat lewat jendela mobil, namun gagal.

"Jarak penemuan korban ketiga kurang lebih 50 meter, iya (ditemukan di sawah). Ini dugaan ya, info dari warga, korban ini kelempar karena mau lompat lewat jendela tapi ndak nyandak (sampai), (sudah keburu) kesamber," jelas Arif.

Arif menjelaskan ketiga korban masih memiliki hubungan keluarga. Mereka hendak pergi berziarah dan mengikuti navigasi arah dari aplikasi Google Maps.

"Mereka keluarga, mereka masih ada hubungan saudara. Mau ziarah, mengikuti Google Maps, nyasar mungkin sampai lewat situ," ujar Arif.

Diberitakan sebelumnya, satu unit mobil tertabrak kereta api (KA) di perlintasan yang berada di Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Dua orang tewas dalam peristiwa ini.

Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto mengatakan peristiwa ini terjadi Selasa (24/2) sekitar pukul 23.05 WIB. Kejadian bermula saat petugas mengetahui bahwa akan melintas kereta api dari arah timur menuju ke barat.

"Kemudian (petugas) bergegas menutup portal pintu perlintasan manual sisi selatan, tiba-tiba ada kendaraan mobil melintas melaju dari arah utara menuju ke selatan," kata Arif saat dimintai konfirmasi detikJateng, Rabu (25/2/2026) dini hari.

Arif menyebut mobil jenis Daihatsu Sigra warna silver metalik tersebut seketika tertabrak KA saat melewati perlintasan itu dan terpental sekitar 50 meter.

"Titik tabrak berada di KM 24+/-8/9 petak Gubug-Tegowanu, hingga mobil terpental dan terseret sejauh kurang lebih 50 meter dari lokasi," ujar Arif.

"(KA yang melintas adalah) KA 31 Pandalungan jurusan Surabaya-Gambir, nomor lokomotif CC 2061356 dengan masinis (bernama) Zainul dan asisten Edwin. Rangkaian 12 kereta, 532 ton," sambungnya.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads