Gerombolan remaja yang konvoi motor secara ugal-ugalan di jalan Jogja-Solo, Ceper, Klaten, telah dikukut Sat Lantas Polres Klaten. Unit Gakkum Sat Lantas mengamankan 6 sepeda motor dan 6 remaja pelakunya.
"Sampai saat ini kita sudah mengamankan 6 sepeda motor dan pelaku identitasnya juga sudah kita dapatkan. Rata-rata siswa SMP dan SMA," ungkap Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten Iptu Alif Akbar Lukman Hakim saat mengangkut motor dari Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Selasa (24/2/2026) siang.
Alif mengatakan, setelah mendapat informasi kejadian yang viral itu, jajarannya dibantu Polsek bergerak menyelidiki. Senin (23/2) malam identitas para pelaku sudah didapatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berkoordinasi dengan Kapolsek Juwiring AKP Nuril dan alhamdulilah tadi malam kita sudah mendapatkan identitas (pelakunya). Dari keterangan ternyata kejadiannya konvoi Minggu (22/6) pagi," terang Alif.
Para remaja tersebut, kata Alif, konvoi dengan motor dari wilayah timur, mulai Pakis (Kecamatan Wonosari) ke barat (Kota Klaten).
"Betul sangat membahayakan. Terutama motor CRF yang sudah kita amankan, karena melawan arus yang bisa menimbulkan kecelakaan, menerobos traffic dan kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis dengan knalpot brong," papar Alif.
Untuk para pelaku, sambung Alif, dikenakan sanksi tilang. Selain itu mereka dilakukan pembinaan dengan menghadirkan para orang tua.
"Selain kita lakukan penilangan juga mengumpulkan orang tua yang bersangkutan. Karena masih pelajar, kita lakukan pembinaan dan imbauan agar tidak mengulangi perbuatannya," pungkas Alif.
Kapolsek Juwiring AKP Nuril Asadi menjelaskan setelah berkoordinasi dengan unit Gakkum Sat Lantas, Polsek melaksanakan penyelidikan. Para remaja tersebut ada warga dari beberapa wilayah.
"Dari Delanggu ada, Juwiring juga ada. Dari keterangan sementara tidak tergabung geng," jelas Nuril.
Diberitakan sebelumnya, aksi sekelompok remaja cowok konvoi motor ugal-ugalan di Klaten viral. Sat Lantas Polres Klaten turun tangan melakukan penyelidikan.
Aksi gerombolan bermotor tersebut viral di berbagai grup medsos. Dalam video yang dilihat detikJateng, Selasa (24/2), lokasi aksi tersebut di Jalan Jogja-Solo, dari ruas Desa Besole ke barat sampai Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper.
Terlihat para remaja tersebut dengan sepeda motor berboncengan di lajur arah Solo ke Yogyakarta. Mereka memenuhi jalan dan zig zag dengan kecepatan tinggi.
Sesampai di simpang empat terminal bus Penggung, beberapa motor pindah lajur ke lajur arah Yogyakarta ke Solo sambil meliuk-liukkan motor. Mereka sempat nyaris menabrak dua motor.
"Arep laporan, kiro kiro bocah. bocah ngene ki dicekeli isoh opo ora yo lur? bayi raceto. membahayakan wong akeh, tkp jalan jogja - solo penggung..," tulis peserta anonim di grup Facebook info Cegatan Klaten.
Ingin Ramaikan Ramadan
Para pelaku konvoi itu mengaku melakukan aksi nekat demi meramaikan Ramadan.
"Pengakuan, motivasi para pengendara ini mereka berkumpul dan setelah berkumpul mau ke Kecamatan Pedan. Motivasinya bikin ramai di bulan Ramadan," ungkap Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten Iptu Alif Akbar Lukman Hakim kepada detikJateng.
"Ini justru mengganggu kenyamanan masyarakat Klaten yang beribadah, dan tetap akan kita tindak," sambungnya.
Alif menjelaskan, dari hasil penyelidikan ada 6 remaja dan 6 sepeda motor yang diamankan.
"Selain penilangan, juga kita hadirkan orang tuanya. Kami berikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatannya," papar Alif.
Pantauan detikJateng, para remaja tersebut dikumpulkan di sebuah gudang di Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring. Satu per satu mereka dijemput dan dihadirkan bersama orang tuanya untuk dibina.
Para remaja tersebut tampak tertunduk malu di depan orang tuanya. Mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
(dil/apl)











































