Sejumlah Sekolah di Pati Tolak MBG Selama Ramadan, Ini Alasannya

Sejumlah Sekolah di Pati Tolak MBG Selama Ramadan, Ini Alasannya

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 23 Feb 2026 16:17 WIB
Ilustrasi MBG
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva
Pati -

Sejumlah sekolah di Pati menolak jatah makan bergizi gratis atau MBG selama bulan Ramadan. Penolakan ini sebagai bentuk edukasi terhadap para siswa agar belajar berpuasa saat Ramadan.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah sekolah itu ada di Kecamatan Margoyoso dan Gembong. Mereka memilih menolak MBG selama Ramadan karena khawatir siswanya tidak berpuasa setelah menerima makanan.

Salah satunya ialah sekolah di Kecamatan Margoyoso. Kepala Yayasan Salafiyah Kajen, Ubaidillah, membenarkan sekolahnya dari tingkat kanak-kanak sampai menengah atas menolak MBG selama Ramadan. Tujuannya untuk menjaga ibadah puasa Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya betul, menjaga supaya ibadah Ramadan tidak terganggu dengan MBG," kata Ubaidillah saat dihubungi wartawan, Senin (23/2/2026).

"Iya kan penyaluran siang hari. Kita menjaga supaya puasa berjalan dengan baik. Kalau sore, Madrasah masuknya sampai jam berapa karena Ramadan," dia melanjutkan.

ADVERTISEMENT

Total siswanya ada 3.000 santri. Dengan menolak ini, Ubaidillah berharap siswanya bisa menjaga ibadah puasa selama bulan Ramadan.

"Nggak ada saran, yang penting di yayasan kami bisa terjaga dengan ibadah puasanya. Namanya Madrasah bisa berjalan ibadah dengan baik," ungkap dia.

Sementara itu Kepala Kemenag Pati, Ahmad Syaiku mengatakan belum semua sekolah di bawah lembaganya telah menerima MBG. Meski demikian, bagi sekolah yang telah menerima MBG, ada kajian tertentu saat bulan Ramadan.

"Ada semacam pendapat dan rencana kalau pas bulan Ramadan mau dikaji yang menerima MBG. Dengan satu alasan di bulan Ramadan itu anak-anak RA, MI, MTS dan MA supaya anak dilatih untuk puasa dan sebagainya, itu nanti akan mengganggu atau peluang ketika anak-anak itu membawa makanan dari sekolah ke rumah itu dikhawatirkan untuk buka dan sebagainya," jelas Syaiku saat ditemui di kantornya siang tadi.

Dia mengaku sempat dihubungi oleh pihak sekolah Madrasah di Gembong. Menurutnya sekolah menolak adanya MBG karena rawan bisa mengganggu ibadah puasa siswa. Menurutnya pihak sekolah meminta agar MBG diganti mentahan saja.

"Tadi saya mendapatkan WA Madrasah kami diberikan gambar terkait dengan MBG puasa seperti sangat rawan khawatir anak anak tidak amanah malah makan di jalan. Kalau bisa dikasih bahan mentah saja," ungkap dia.

Menurutnya, sekolah madrasah yang menolak MBG selama Ramadan itu karena dalam rangka melatih siswa dalam ibadah puasa, alias tidak ada tujuan untuk menolak atau melawan program pemerintah.

"Intinya Madrasah tidak menerima MBG dalam bulan Ramadan ini adalah dalam rangka melatih untuk berhati-hati, jadi tidak ada unsur menolak atau melawan pemerintah," jelas dia.

"Kami bersama-sama mendukung program pemerintah dalam hal ini MBG," dia melanjutkan.

Koordinator MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar membenarkan beberapa sekolah yang mengajukan menolak MBG selama Ramadan ini.

"Ada dua yayasan di Margoyoso yang menolak MBG selama Ramadan," ungkap Basar saat dihubungi.

Dia mengatakan, pihak sekolah boleh menolak MBG selama Ramadan. Mekanismenya, pihak sekolah memberikan surat ke pihak SPPG.

"Kalau bulan Ramadan dari pihak sekolah tidak menghendaki karena anak-anak puasa itu diperbolehkan," jelas Basar.

"Jadi pihak sekolah membuat surat selama bulan Ramadan. Yang bisa dilayani saja. SPPG tetap jalan," lanjut dia.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads