Anggota Pemadam Kebakaran Klaten hari ini mendapatkan panggilan bantuan mengevakuasi batita yang terkunci di rumahnya, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom. Ayah balita tersebut panik hingga memanggil bantuan Damkar.
Komandan Regu 2 Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Mart Pamungkas mengatakan awalnya sang ayah membersihkan rumah. Sekitar pukul 09.40 WIB anaknya yang berusia 2,5 tahun mengunci dari dalam.
"Saat ayahnya bersih-bersih di luar kamar, tiba-tiba anak tersebut masuk kamar, menutup pintu dan memutar kunci sehingga pintu terkunci," terang Tri kepada detikJateng, Minggu (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemungkinan karena masih kecil, sambung Tri, sehingga tidak bisa membuka seperti semula dan kemudian menangis terus, terlebih lagi di jendela ada teralis besi. Orang tua panik tidak bisa membuka dan meminta bantuan Damkar.
"Panik minta bantuan kita. Empat personel langsung menuju lokasi, untuk prosesnya dengan mencongkel jendela dan melepas teralis," kata Tri.
Kabid Pemadaman Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino menyatakan kejadian anak terkunci pada pukul 09.40 WIB. Dilakukan penanganan selesai sekitar pukul 10.20 WIB.
"Penanganan selesai pada pukul 10.20 WIB. Lokasi evakuasi di Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom oleh regu 2," jelas Sumino kepada detikJateng.
Selain itu Damkar juga mendapat panggilan pertolongan terhadap perempuan yang kesulitan melepas anting. Tri Mart Pamungkas menjelaskan perempuan warga Tempel Sari, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan itu kemudian diarahkan ke markas Damkar sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kami arahkan untuk datang langsung ke mako, dan pemohon datang sendiri. Anting kesulitan dilepas karena pengunci dari plastik ikut masuk ke lubang telinga tempat anting, tapi akhirnya bisa ditangani," terang Tri.
(alg/alg)
